BERITA HARI INI

Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
0
GRESIK-Kecelakaan maut kembali memakan 1 tewas ditempat kejadian, setelah tergenjet truk, Rabu (25/6).
Informasinya, kecelakaan iberawal ketika truk Mitsubishi nopol B-9798-EW yang dikemudikan Suroso (34), warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, berjalan dari arah Gresik ke arah Lamongan.
Pada saat di Jl Raya Ambeng-ambeng Kecamatan Duduksampean, Suroso kurang memperhatikan pandangan depan sehingga meneruduk Toyota Hiace nopol L-1388-YQ, yang dikemudikan Kamidam Abdulloh (68), warga Desa Sumari Kecamatan Duduksampean dengan membawa penumpang Santuni (78), warga Dusun Jetak Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean yang sedang berhenti karena kondisi jalan padat.
Akibatnya, Toyota Hiace tersebut menyerusuk truk tronton nopol BE- 9061-CC yang disopiri oleh Rudy Marpaung (48), warga Jl. Soekarno Hatta, RT 1, RW 3, Bandung, Jawa Barat.
Akibatnya, Kadiman Abdulloh mengalami luka. Sedangkan Santuni tergenjet didalam moncong truk dan tewas ditempat kejadian.
Bgian depan truk yang dikemudikan Suroso juga penyok bagian belakang, Hiace yang disopiri Kadiman juga ringsek. Sedangkan, truk tronton hanya bagian belakangnya yang peyot.
asatlantas Polres Gresik, AKP Achmad Faisol Amir melalui Kanitlaka Sugeng Sulistiyono, membenarkan kejadian itu,
"Satu korban meninggal dunia dan luka, karena tergenjet didalam moncong truk,"terangnya.(sho)

0
GRESIK-Kericuhan terjadi di Balai Desa Pongangan, Jum'at (6/6) dipicu adanya pengacara yang menggugat sebidang tanah atas nama hak waris di antaranya Agus Anshori.
Para pengacara tersebut datang ke balai desa dengan menunjukkan surat kuasa dari Sutinah yang juga warga setempat. Namun surat kuasa itu tidak jelas nama lembaga hukumnya.
Sebenarnya tanda-tanda kericuhan sudah terlihat sejak awal. Warga yang tidak terima melihat sikap pengacara tersebut langsung berdatangan ke balai desa mengikuti jalannya rapat antara pengacara dengan pemerintah desa.
Ketegangan sempat muncul saat perang mulut antara pemerintah desa dengan pengacara yang berjumlah 2 orang itu. Kursi sempat digedor-gedorkan lantaran warga merasa kesal kepada pengacara.
Bahkan warga nyaris mengeroyok pengacara karena saking kesalnya pada mereka.
"Bukti sertifikat tanah tahun 1996 ada atas nama Agus Ainun Najib, Agus Junaidi, dan Agus Anshori sebagai ahli waris," kata Kepala Desa Pongangan Abdul Wahab..
Dari luas tanah sekitar 10 hektar lebih itu, yang digugat adalah lahan seluas 4.130 meter persegi. Yang membuat kesal warga di atas tanah yang digugat tersebut  terdapat bengunan pendidikan dan makam KH Syafi'i. "Beliau adalah sesepuh kampung ini," ujar Abdul Wahab.
Sesuai keinginan masyarakat, kepala desa meminta kepada pengacara tersebut tidak datang lagi di kampungnya.
"Kalau ke sini lagi justru akan memicu amarah warga," katanya.
Dalam kesempatan itu, kepala desa tersebut mengaku kalau pengacara sempat mengancam jika permintaan tidak dilayani akan dilaporkan ke Polda Jatim.
"Itu yang semakin membuat kami marah," tegasnya.
Sementara itu, salah satu pengacara Kumarto menjelaskan kedatanganya ke balai desa hanya bertugas mencari solusi masalah yang dialami kliennya. "Kami hanya membantu meluruskan keluarga Bu Sutinah selaku penggugat," kata Kumarto.
Kuasa hukum yang saat ditanya awak media mengaku dari LSM Aliansi Indonesia itu menjelaskan sebagai bukti penguasaan tanah, Bu Sutinah memiliki bukti petok D.
"Saya datang ke sini hanya cross check kebenarannya saja," ujar lawyer dengan alamat kantor di Jalan Babatan Pratam XIII Blok J-No.1 R Wiyung, Surabaya yang tidak ada nama lembaga hukumnya.
Sekedar diketahui, sengketa tanah itu muncul sejak tahun 2007. Tetapi, dalam rentan waktu 5 bulan terakhir ini, masalah mulai membesar dan membuat resah warga.(sho)

0
GRESIK-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Betoyo Guci Kecamatan Manyar, Kamis (29/5).Sebuah mobil pikap yang mengangkut 12 penumpang menabrak 2 sepeda motor. Akibatnya, 3 orang tewas di tempat kejadian, 13 orang lainnya mengalami luka dan 1 orang selamat.
Informasinya, kecelakaan  bermula ketika mobil bak terbuka Nopol W-9515-G disopiri oleh Abdul Mutholib (32) warga Desa Randuboto Kecamatan Sidayu membawa penumpang 13 orang, berjalan dari utara ke selatan. Saat melintas di Jalan Raya Betoyo Guci, tiba-tiba ban depan bagian kanan meletus. Karena melaju kencang, sopir tidak bisa menguasai setir dan oleng ke kanan.
Pada saat bersamaan, melintas 2 sepeda motor dari arah berlawanan. Kedua sepeda motor itu yakni Yamaha Mio Nopol W-3682-KM yang dikendarai oleh  Ervina Afni (33) berboncengan dengan Himatul Aliyah (27) keduanya warga Dusun Watu Agung Desa Mengare Kecamtan Bungah dan Honda Supra X Nopol W-2342-MG dikendarai Hariyadi (24) yang bererboncengan dengan Afifatun Maulidiayah (21) keduanya warga Desa Masangan Barat, RT 11, RW 5 Kecamatan Bungah.
Tabrakan keras pun tak terhindarkan. Kedua sepeda motor terdorong mobil pikap hingga masuk ke tambak. Akibatnya penumpang pikap sebanyak 13 orang ditambah sopir mengalami luka 10 orang, 2 meninggal dunia dan 1 selamat. Sedangkan 1 pengendara sepeda motor tewas serta  3 luka.
Kesepuluh korban yang luka merupakan penumpang pikap yakni  Maimunah, Nemu, Vivi Varina, Lailatul Elisa, Nur Kamidah, Febri Alfaruk, Mutmainah, Lia khusnul Afifah, Abdul Mutholib (sopir).
Korban selamat adalah Nur Amala warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. Sedangkan pengendara sepeda motor yang tewas bernama, Ervina Afni. Korban mengalami luka Himatul, Hariyadi, dan Nur Afifatul Maulidiyah.
Salah seorang saksi mata, Saikhu menjelaskan, saat mendengar suara ledakan dari arah tempat kejadian perkara (TKP), dia langsung mendatangi dan melihat korban sudah tergelatak dan menangis histeris.
"Kebetulan salah satu korab juga ada yang keluarga saya," kata pria yang masih keluarga dari korban Ervina, kemarin.
Menurut Saikhu, mobil dari arah utara itu melaju dengan kecepatan tinggi. Karena tidak bisa mengendalikan setir hingga terjadi oleng.
"Karena oleng, pikap menghindari sepeda motor hingga tercebur ke tambak," ungkapnya.
Menurut keterangan salah seorang petugas,  mobil bak terbuka ketika melintasi di Jembatan Sembayat sudah diperingatkan anggota Satlantas yang sedang berjaga untuk mengatur lalu lintas.
"Sama anggota (Satlantas) diminta turun (penumpangnya) tetapi tidak mau. Karena masih perjalanan jauh," kata Kasatlantas Polres Gresik, AKP Ahmad Faisho Amir kepada awak media.
Total  korban 17 orang. Yaitu 13 orang dari penumpang pikap dan 4 orang mengendarai sepeda motor. Korban yang mengalami luka dilarikan di rumah sakit Fatma Medika sementara korban meninggal langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina. Sementara bagi korban yang mengalami luka kritis yang berada di RS Fatma Medika dirujuk ke RSUD Ibnu Sina.(sho)

0
GRESIK-Warga disekitar Jl. Basuki Rachmad sontak geger, Rabu (28/05). Pasalnya, salah satu warga yang hendak mengambil air untuk mencuci mobil, a dikagetkan adanya mayat yang mengambang di dalam sumur. Mengetahui ada mayat, saksi tersebut melaporkan ke polisi.
Sejumlah anggota polisi dibantu dari Satpolair Polres Gresik mencoba mengambil mayat tersebut dengan tali. Namun karena lubang sumur yang terlalu kecil, polisi kesulitan mengeluarkan korban. Setelah dilakukan pelebaran lubang sumur, jenazah korban bisa dikeluarkan selanjutnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Semula, korban tidak memiliki identitas atau Mr X. Namun, salah satu tetangga korban yang melihat saat dievakuasi memastikan korban dengan ciri-ciri tinggi badan 160 cm, jenis kelamin laki-laki, dengan mengenakan baju kotak-kota serta memakai sarung dan peci bisa dikeluarkan adalah Khuluq (48) warga Kelurahan Kemuteran Gang 15/14, Kecamatan Gresik,
"Dia memang tetangga saya, sebab sejak 4 hari lalu dicari keluarganya karena tidak pulang," ujar Sugik (55) kepada awak media, Rabu (28/05).
Kapolsek Kota Gresik AKP Mulyono membenarkan adanya temuan mayat yang tercebur sumur dekat Mapolres Gresik.
"Diduga korban sudah tenggelam lebih 3 hari, dan tidak ada tanda-tanda ditemukan penganiayaan di tubuhnya," tuturnya.(sho)

0
GRESIK-Warga Kelurahan Gending Kecamatan Kebomas kembali protes ke perusahaan PT. Arta Karya Nusa (AKN). Pasalnya, pabrik pengelohan kayu ini kembali mencemerai lingkungan warga dengan limbah serbuk kayu.
Alhasil, puluhan warga kembali meluruk PT AKN dan meminta untuk menghentikan pencemaran ini, Kamis (22/05)
Dari pantauan, serbuk kayu yang keluar dari cerobong PT AKN semakin banyak. Beberapa warga merasa kesal lantaran udara di luar rumah bercampur serbuk kayu dan membuat warga batuk-batuk.
''Ini sudah semakin parah, sudah kami biarkan tapi kondisinya malah semakin parah, terus kami mau bagaimana,'' ujar salah satu warga, Mustari dengan nada tinggi.‬
‪Dikatakan, warga semakin kesal lantaran pemilik perusahaan tidak hadir dilokasi. Namun, setelah perwakilan PT AKN menemui mereka dan berjanji akan menemukan warga dengan pemilik akhirnya warga membubarkan diri.
L'Kata perwakilan AKN tadi pemiliknya masih di bandara, nanti kami akan dipertemukan setelah Cristian sampai di Gresik,'' terang Mustari.‬
‪Terkait dengan keberadaan pabrik ini menurut Mustari sudah ada sejak dua tahun yang lalu. Namun, polusi yang ditimbulkan tidak sebesar kali ini. ''Sebelumnya kami sudah hearing dengan Dewan terkait permasalahan ini dan akan dihentikan hingga perusahaan bisa menjamin tidak menimbulkan polusi lagi,'' ungkapnya.‬
Ternyata saat ini bukannya polusi hilang malah kondisinya semakin parah. Selain itu, PT AKN juga membuat cerobong baru yang lokasinya semakin dekat dengan perkampungan warga.
''Pembuatan cerobong ini tidak pernah disosialisasikan kepada kami, sehingga wajar kalau kami merasa jengkel,'' jelasnya.
Di‪a berharap, pihak perusahaan maupun pemerintah harus bertindak atas kejadian ini. Jangan sampai warga Gending jatuh sakit lantaran udara yang ada bercampur partikel serbuk kayu.
''Kami minta tanggung jawab pengusaha dan pemerintah. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan akibat ulah pengusaha nakal,'' pungkasnya
Sebenarnya, kasus tersebut sudah pernah ditangani oleh dewan. Bahkan pernah doperintahkan produksi dihentikan sampai cerobong tak mencemari lingkungan.(sho)

0
GRESIK-Ratusan nelayan kembali melakukan aksi unjukrasa terkait pembangunan proyek pelabuhan Internasional di Kalimireng, Selasa (20/05).
Mereka protes dengan pembuatan rakit bambu di sungai. Pasalnya, mengganggu aktivitas arus nelayan setempat yang hendak keluar masuk.
" Kami minta agar dihentikan pembuatan dan pemasangan rakit bambu di sepanjang sungai Kalimireng, karena mengganggu arus perahu nelayan,"tukas Entis selaku koordinasi aksi nelayan.
Nelayan bergerak dari Balai Nelayan Muara Kali Mireng di Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar. Mereka menaiki 6 perahu menyusuri pantai. Massa mensweping para pekerja perakit gethek di muara Kali Mireng.
Massa juga menghentikan pengiriman bambu dan tongkang membawa tiang pancang.
"Kami minta rakit segera disingkirkan,"tegas Entis,.
Pembuatan rakit muara Kali Mireng dikerjakan pelaksana megaproyek Pelabuhan Internasional Kali Mireng sejak Maret 2014 lalu. Perakitan gethek itu menyalahi kesepakatan sebelumnya, bahwa perakitan gethek dilakukan di daratan setelah selesai lalu ditarik ke lautan.
"Kenapa kok sekarang dipasang rakit sepanjang muara ini.Jelas mengganggu nelayan" tukasnya.
Sementara, pihak PT Hutama Karya melalui bagian umum proyek Khasan,mengatakan bahwa, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak nelayan.
"Kami masih melakukan perundingan dengan nelayan,"ujarnya kepada awak media.
Aksi nelayan ini, mendapatkan pengawalan ketat kepolisian. Baik Polsek Manyar maupun Satuan Polisi Air (Polair) Polres Gresik, hingga berakhir berjalan kondusif (sho)

0
GRESIK- Penguna jalan yang melintas di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kamis (17/04) dikagetkan dengan ulah seorang yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Pasalnya, dia memaki-maki setiap pengendara yang melintas. Bahkan, dia memecahkan 9 kaca spion mobil yang ada di depannya.
Tak pelak, pengemudi mobil yang melintas takut dan panik. Akibatnya, terjadi tabrakan beruntun antar mobil dan bus karyawan milik PT AJG.
"Saya melihat dia mau memecahkan kaca bus sayaam Karena panik, saya langsung tancap gas dan menabrak dua mobil yang ada di depan,"ujar pengemudi bus bernama Suhari,
Melihat ada tabrakan beruntun, lanjut Suhari, orang gila itu tidak takut dan menghentikan aksinya. Sebaliknya, dia bergegas ke barisan mobil yang ada di belakang bus, dan memecahkan spion sebelah kanan dengan cara di pukul pakai tangan.
"Jalan raya saat itu macet. Tiba-tiba saya melihat ada orang memakai sarung dan kaos singlet warna coklat mengamuk. Dia memukul spion mobil saya hingga pecah,"tutur pengemudi Toyota Yariz bernama Bambang.
Spontan Bambang langsung keluar dari mobilnya dan melayangkan bogem mentah ke tubuh orang gila tersebut hingga jatuh tersungkur.
Begitu juga warga yang geram dengan ulah orang gila itu, sempat ingin melepas baju dan menelanjanginya, Beruntung petugas Patroli Satlantas Polres Gresik cepat datang dan mengamankannya.
Pantauan dilapangan, mobil yang terlibat tabrakan beruntun dan kacanya pecah hingga berceceran di jalanan yakni Toyota Kijang Super Nopol B-2316-AQ milik Ramayana Robinson yang dikemudikan Alimin, Toyota Fortuner Nopol W-1556-AQ yang dikemudikan Afif dengan alamat Jl Surakarta GKB. Kemudian,bus nopol S-7513-AA, Daihatsu Xenia silver nopol L-1363-CI, Toyota Yariz merah Nopol W-413-BQ, Toyota Panther nopol L-1790-LG, Daihatsu Taft L- 1339-XG dan ada dua mobil lainnya yang langsung tancap gas sebelum polisi datang.
Khusus untuk Toyota Fortuner mengalami kerusakan paling parah karena mengalami tabrakan yang cukup keras dari depan dan belakang.
Usai diamankan, orang gila tersebut langsung dilarikan ke IGD RS. Semen Gresik lkarena mengalami luka dibagian kepala dan wajahnya.
Saat ditanya perawat RS. Semen Gresik, orang gila tersebut mengaku bernama Syarif asal Kota Batu Malang.
Syarif mengaku, alasannya mengamuk sebab banyak musuh di dalam selimut yang tega membohonginya.
"Semua yang ada disini awas saja, banyak musuh di dalam selimut,"ujarnya dengan tangan dibogol.
Syarif juga tidak berhenti ngoceh dalam Bahasa jawa,
"Mending golput ae, gak usah milih. (Mendingan Golput saja, tidak usah memilih-red),"ucapnya.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, sempat ada pengendara jalan yang menyebut bahwa orang gila tersebut merupakan caleg yang gagal meraih suara untuk kursi anggota DPRD.
"Dia itu caleg. Kemarin sempat datang ke kampung saya dan bilang minta di coblos. Tapi setelah ditanya lagi, jawabannya nglantur,"tutur pengendara jalan yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara Kapolsek Kebomas, Kompol Isbari kepada awak media mengatakan,bahwa, dugaan sementara orang yang mengamuk di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo merupakan orang yang mengalami ganguan jiwa.
"Untuk saat ini, dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa,"ujarnya.(sho)

0
GRESIK- Ditengah massa yang antusias menghadiri kampanye terbuka Partai Gerindra di Lapangan Desa Balongpanggang Kecamatan Balongpanggang dengan hiburan musik dangdut dari OM Sera, Sabtu (22/03), tiba-tiba hujan deras mengguyur.
Kondisi tersebut mengganggu pelaksanaan kampanye. Sebab, massa semburat mencari tempat berteduh.
Bahkan, panggung yang disediakan untuk undangan hampir ambruk tak mampu menahan bebam karena tiang penyangganya ambles cukup dalam setelah massa ikut berteduh di panggung khusus undangan tersebut.
Tak hanya itu, Thohirin juga membagikan uang kepada massa yang berjoget dengan alasan untuk membeli rokok.
"Panwas, saya tidak melakukan money politic. Tapi, mereka minta rokok dan saya beri uang untuk beli rokok. Jadi, tidak ada money politikc,"teriak Thohirin yang juga salah satu caleg tersebut dengan pengeras suara diatas panggung.(sho)

0
GRESIK-Anak-anak dibawah umur masih dilibatkan dalam kampanye terbuka DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik untuk daerah pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Gresik-Kebomas di Jl. Notoprayitno, Jum'at (21/03).
Alhasil, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) yang melakukan pemantauan pelaksanaan kampanye tersebut memberikan teguran.
Apalagi, anak-anak tersebut menggunakan atribut dari calon legislatif (Caleg) maupun partai politik (Parpol).
Kendati sudah diperingatkan, tetapi orang tua dari anak-anak yang diajak menghadiri kampanye terbuka tetap mokong tak melepas kaos yang dikenaikan anak-anak.
Akhirnya, anggota Panwascam dari Kebomas dan Gresik yang mendatangi setiap anak-anak untuk melucuti atribut peraga kampanye tersebut.
"Ayo, kaosnya dicopot. Anak-anak tidak boleh pakai kaos caleg dan partai,"ujar Ketua Panwascam Gresik,Agus Chumaidi yang mendatangi anak-anak kecil untuk melepaskan bajunya.
Namun, Panwascam yang terjun ke lapangan tidak bertindak arogan. Bagi anak-anak kecil yang tidak membawa baju ganti, mereka hanya disuruh untuk mencopot dan membalik kaos yang dipakai supaya alat peraga kampanye tidak tampak menyolok.
"Kalau dilucuti semua, kasihan. Anak-anak bisa masuk angin karena tidak memakai baju. Cukup dibalik saja,"imbuhnya setengah berkelakar.(sho)

0
GRESIK-Jalan poros yang menghubungkan Kelurahan Ngargosari - Geding Kecamatan Kebomas atau tepatnya jalan menuju Makam Putri Cempo ke Jl. Awikoen ditutup untuk kendaraan roda empat. Pasalnya, kondisi yang longsor serta sangat membahayakan pengguna jalan.
Dalam pantauan dilapangan, jalan mengalami longsor sekitar 10 meter karena kondisi tanah yang labil. Alhasil, aspal jalanan amblas hampir setengah bahu jalan. Disebelahnya, jurang yang curam.
Selain itu, beberapa titik tiang penerangan jalan umum (PJU) yang ada disana juga ikut longsor hingga kedalaman 2 meter.
"Kalau malam, sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Kondisinya yang gelap, bisa membuat pengendara terperosok dan jatuh ke jurang,"ujar Rofik (23) salah satu pengguna jalan yang melintas disitu, Selasa (18/03).
Agar pengguna jalan berhati-hati, telah dipasang pengumuman jalan longsor dan mobil dilarang melintas disana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik, Bambang Isdianto melalui Kabag Humas Pemkab Gresik, Agus Setya P membenarkan adanya jalan yang longosng tersebut.
" Sudah longsor beberapa hari yang lalu. Dinas PU juga sudah disurvey dan akan segera diperbaiki,"ujarnya.
Ditambahkabbya, perbaikan harus segera dilakukan agar kondisinya tidak semakin parah. Apalagi masih memasuki musim penghujan.
"Karena kalau hujan dikhawatirkan semakin parah,"tegasnya.(sho)

0
GRESIK- Kendati sempat dihentikan oleh warga, terkait pemasangan pipanisasi gas oleh PT. Perusahaan Gas Negara (PGN), di Jl Brotonegoro Barat yang tanpa sosilalisasi, tetapi tak dihiraukan. Akhirnya, kekesalan warga RW XI Desa Suci, Kecamatan Manyar sudah habis. Untuk itu, puluhan warga yang tergabung dalam Gertak (Gerakan Tolak) Pipanisasi Gas, melakukan aksi unjukrasa, Minggu (02/03).
Sambil membawa berbagai poster, mreka berjalan dari Balai RW XI, menuju Jl Brotonegoro Barat, Aksi tersebut diikuti bapak dan ibu serta anak-anak dengan membentangkan spanduk yang intinya penolakan pipanisasi.
Isi poster seperti " Warga RW XI Menolak Keras Pemasangan pipa gas jalur Brotonegoro RW XI Desa Suci, Hentikan Galian Pipanisasi Gas Sekarang !!, Jangan Coba Kadali Kami. Hidup Kami dalam bom waktu"
Massa melakukan aski karena khawatir terjadi bahaya bocornya gas, "Kami warga RW XI, menolak pemasangan pipa PGN dilanjutkan karena tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan ke warga. Padahal, Ketua RW XI, sudah minta sosialisasi khusus ditempat kami. Anehnya, pengerjaan pemasangan tiba-tiba langsung digali dan dipasang," tegas Korlap aksi, Mudiono.
Apabila terjadi ledakan menimpa warga, lanjut Mudiono,siapa yang bertanggungjawab.
"Kami tetap menolak pipanisasi ini dilewatkan Jl Brotonegoro, harus dialihkan ketempat lain"tukas Mudiono yang juga Ketua RT 10, RW XI, Desa Suci, Kecamatan Manyar dengan berapi-api.
Warga semakin khawatir karena menerima informasi bahwa pipa gas tersebut, rencananya untuk disalurkan ke perusahaan.
"Saya yakin, apabila terjadi kebocoran akan sangat berbahaya, maka kami tetap akan menolak "tambah salah satu warga, Ashadi Ikhsan, yang tinggal di Jl Brotonegoro Barat
Sementara itu, Ketua RW XI Supardi, mengaku sebelumnya sudah meminta sosialisasi kepada Desa dan pihak PGN melalui salah satu pegawainya, tetapi tidak dihiraukan..
"Kami sudah meminta tetapi tidak digubris. Ya, aksi ini murni aspirasi warga, "tukasnya. (sho)

0
GRESIK-Hujan lebat yang menyapu Kota Gresik, Jum'at (28/02) membuat jalan raya di depan Kantor Bupati Gresik, berubah menjadi sungai dadakan akubat sistem drainase di dalam kota yang amburadul.
Pasalnya, selokan di kiri jalan tidak mampu menampung debit air hujan. Alhasil, air hujan tumpah ke jalan raya.
''Setiap kali hujan besar, air pasti meluap ke jalan,' kata salah seorang warga bernama Ahmad Rivai..
Akibat luapan air dari selokan, warung Rivai yang terletak di pinggir jalan tergenang air cukup besar. Bahkan, sejumlah warga yang rumahnya di pinggir jalan antar propinsi tersebut juga terdampak luapan.
Dampak juga dirsakan pengguna jalan yang kesulitan melintas, terutama yang mengarah dari Terminal Bunder ke tengah kota. Tak pelak terjadi kemacetan yang luar biasa.
Luapan air ke jalan raya mulai terlihat di depan kompleks perumahan Grand Garden.
Sebenarnya, pada Desember 2013 lalu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah melakukan pendalaman selokan di kawasan tersebut. Kedalamannya 3,5 meter dengan lebar 2 meter agar selokan bisa menampung debit air yang lebih besar.Namun penggalian selokan baru bisa dilakukan sepanjang 33 meter. Padahal seharusnya pendalaman dilakukan hingga ke tugu selamat datang dekat Terminal Bunder. Sehingga luapan air bisa disalurkan ke waduk Bunder.
Kepala Dinas PU Bambang Isdianto kepada awak media menyatakan, bahwa. pihaknya kesulitan melakukan revitaliasi selokan di areal tersebut.Penyebabnya, pembebasan lahan milik warga sangat alot.
Pada Desember lalu, baru ada lima unit rumah warga yang dibebaskan dengan harga Rp 3,5 juta per meter persegi.
''Rencananya revitalisasi selokan akan dilanjutkan tahun ini," ujarnya.(sho)

0
GRESIK-Proyek pipapnisasi gas sepanjang Jalan Brotonegoro Barat dihentikan oleh warga RT X RW XI Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Desa Suci, Kecamatan Manyar, Jum'at (21/02). Pasalnya, pengalian tersebut tidak didahului sosialisasi. Selain itu, pekerjaan penggalian pipa menganggu warga karena aktifitas dilakukan hingga dini hari.
Awalnya para pekerja menolak berhenti kerja ketika  warga dipimpin Ketua RT X Mudiono memintanya untuk mengehntikan. Akhirnya warga melaporkan ke Mapolsek Manyar dan beberapa personil diturunkan untuk menghentikan galian pipa.
"Kami tidak alergi dengan pembangunan. Namun, karen belum ada sosialisasi, kami minta dihentikan sampai ada sosialisasi dan kesepakatan," ujar Mudiono dengan nada geram..
Ditambahkan, keresahan warga RT X Desa Suci sejak dimulainya penggalian pada Kamis (22/2) pagi. Warga kaget dengan penanaman pipa gas di depan rumahnya yang berjarak 6 meter. Sebab, belum ada
sosialisasi terkait status pipa berdiameter 12 centimeter tersebut. Apakah, pipa gas yang ditanam berbahaya atau tidak bagi masyarakat sekitar.
"Kami juga tidak tahu, pipa itu gas berbahaya atau tidak. Apabila gas berbahaya, kalau ada ledakan, kami yang kena. Ini harus dijelaskan," kata warga lainnya, Bambang dengan geram.
Puncak kemarahan warga terjadi pada Jum'at (21/02) pukul 00.10 WIB. Sebab para pekerja tetap melakukan aktifitas dengan menyalakan dua genset yang suaranya berisik dan mengganggu. Akhirnya, warga meminta para pekerja berhenti. Namun, permintaan tersebut ditolak. Warga yang kesal sudah berancang -ancang bakal menutup paksa. Akhirnya, pekerja menghentikan pekerjaannya menggali.
"Kami minta dihentikan penggalian, sampai ada sosialisasi dan disepakati. Tetapi hari ini (Jum'at-red) mereka melakukan penggalian lagi. Akhirnya kami hentikan dan kami minta bantuan polisi," tukas
Mudiono.
Proyek pipanisasi gas sudah dilakukan sejak 6 februari 2014 lalu dilakukan Perusahaan Gas Negara (PGN) dari Desa Suci hingga Kawasan Industri Gresik (KIG). Pipa berdiameter 12 sentimeter itu ditanam sedalam 1,8 meter dengan panjang 2400 meter. Pekerjaan penggalian dan pemasangan pipa dikerjakan PT Graha Kharisma.
Sementara itu, perwakilan PT Graha Kharisma, Nur Sholeh yang datang ke lokasi mengatakan, bahwa, pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Namun sosialisasi hanya di tingkat Desa Suci. Pihaknya, tidak mengetahui kalau warga RT X RW XI Perum GKB tepatnya disepanjang Jalan Brotonegoro Barat belum mendapat sosialisasi.
"Kami akan sosialisasi, tetapi waktunya menunggu dari pihak PGN," tukasnya.(sho)
0
GRESIK- Kesal dengan sikap pemerintah yang tutup mata dengan kerusakan jalan yang parah, warga Dusun Legundi Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo melakukan aksi blokir jalan ke arah Krian, Sidoarjo, Sabtu (15/02).
Sebab, jalan yang rusak parah tersebut telah banyak menyebabkan kecelakaan lalu lintas maupun mobil rusak dan mogok sehingga terjadi kemacetan yang panjang.
Aksi blokir jalan dilakukan dengan menanami jalan yang berlubang dengan pohon pisang. Tak ketinggalan, berbagai spanduk bernada kecaman juga dibentangkan dengan bertuliskan " Bupati - Gubernur perbaiki jalan ini kalau tidak mundur", Jalan Raya bukan Malaikat Pencabut Nyawa", "Keluarga kami menunggu di rumah tapi jalan raya rusak", "Harga nyawa lebih mahal dari pada harga Aspal", "Kalau jalan ini Sirotol Mustakim saya tidak akan Mustakim".
Akhirnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemprov Jatim turun ke lapangan dan mengajak perwakilan warga untuk mediasi yang berlangsung di di Pos Lantas Legundi.
Warga diwakili oleh Suroso, H.M Joyo Supi'I dan Kasnawi. Sedangkan perwakilan PU Pemprov Jatim yakni Eko Budimanto. Juga dihadiri unsur Muspika Driyorejo yakni Kapolsek Driyorejo, Kompol Muhammad Nur Hidayat SIK, M.Si dan Kasi Trantib Kecamatan Driyorejo, Saipul.
Kesepakatan yang tercapai dalam mediasi yakni DPU Pemprov Jatim menyatakan bahwa ruas jalan Legundi - Krian akan ditangani atau diperbaiki mulai Sabtu (15/02) sampai selesai sepanjang jalan Legundi - By Pass.
Kemudian, khusus truk arah Surabaya - Mojokerto yang muat batu bara agar dilewatkan jalan sebenarnya. Sebab, truk tersebut menghindari jembatan timbangan Trosobo.
Janji DPU Pemprov Jatim tersebut disambut warga dengan antusias sehingga mereka bersedia kembali membuka jalan yang diblokir.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Muhammad Nur Hidayat SIK, M.Si membenarkan tercapainya kesepakatan antara perwakilan warga dengan DPU Pemprov Jatim dengan disaksikan Muspika Driyorejo.
"Alhamdulillah, aksi berlangsung tertib dan aman. Juga sudah ada kesepakatan,"ujarnya.(sho)

0
GRESIK-Dampak erupsi Gunung Kelud yang membuat hujan abu di Gresik menggungah Relawan Demi Indonesia (DI) sekaligus pendukung Dahlan Iskan (DI) Gresik untuk membagikan masker gratis bagi pengguna jalan.
Mereka membagi-bagikan ribuan masker gratis bagi pengguna jalan di perempatan GNI Gresik, Jum'at (14/02).
Hal yang sama dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik yang membagikan 10.000 masker yang dibagikan kepada masyarakat Gresik terutama yang sedang melintas disekitar jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. Pembagian masker kepada pengendara dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr Sugeng Widodo.
Menurutnya, dr Sugeng Widodo  ada beberapa titik pembagian diantaranya di depan kantor Pemkab Gresik. Di jalan dr Wahidin di depan gerbang Perumahan Alam Bukit Raya (ABR). Pertigaan sekitar Masjid Agung Gresik dan Pertigaan depan gerbang Gresik Kota Baru (GKB). 
Selain dibagikan dijalan, pihak Dinas Kesehatan juga membagikan masker melalui Puskesmas yang ada di Kecamatan. Beberapa murid petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di beberapa sekolah di Gresik.
"Saat ini stok masker yang ada di gudang kami sudah habis. Semua masker sebanyak sepuluh ribu sudah kami keluarkan dan kami bagikan" ujarnya disela pembagian masker kepada pengendara kendaraan.
Ditambahkannya, debu akibat erupsi sangat berbahaya bagi mata bagi pengendara yang tak menggunakan pelindung, karena hempasan debu tersebut mengakibatkan iritasi. Untuk pernapasan jelas mengganggu karena debu yang terhirup mengakibatkan gangguan pernapasan dan infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).(sho)

0
GRESIK-Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur kota Gresik,Selasa (11/02) menyebabkan tower repeater setinggi 45 meter milik Pemkab Gresik yang berdiri di bukit Putri Cempo, ambruk.
Kendati tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi imbasnya membuat koneksi internet di lingkungan Kantor Bupati Gresik dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Gresik, jaringannya terputus.
Tak hanya itu saja, jalur komunikasi melalui Handy Talky (HT) di lingkungan Pemkab Gresik juga terputus akibat ambruknya tower repeater yang didirikan pada tahun 2009 tersebut.
Menurut penjaga tower repeater, Sulaiman (45), konstruksi diketahui ambruk ketika hujan deras disertai angin kencang.
"Padahal, baru sekitar 4 bulan dilakukan pemeliharaan tower dengan menambah kawat seling untuk memperkuat,"ujarnya sembari membongkar konstruksi tower yang ambruk.
Mendapat informasi tower repeater di bukit Putri Cempo ambruk, Kepala Kantor PDTI Gresik, Bambang Hadi S segera meluncur ke lokasi untuk mengeceknya.
"Koneksi internet menjadi mati, juga HT milik Kodim 0817 Gresik, Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum juga terganggu,"ujarnya.
Dalam pantauan, ada beberapa tower repeater yang berdiri di bukit Putri Cempo. Selain dimanfaatkan oleh Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik maupun Pemkab Gresik.(sho)

0
GRESIK- Puluhan aktivis dari  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik kembali melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Gresik, Senin (27/01). Mereka menuntut PDAM Gresik untuk mencabut kenaikan tersebut. Pasalnya, belum juga ada solusi konkrit.
Mahasiswa sempat melakukan aksi  teaterikal di depan kantor DPRD Gresik dengan mandi air kotor dan air berwarna merah yang dilambangkan darah.
“Ini sebagai bentuk protes karena Pemerintah telah membodohi kami, meminta kami membayar tapi memaksa kami mandi dengan air kotor,” teriak orator aksi, Haris Sofwan Faqih.
Mereak berjanji akan tetap melakukan aksi tuntut cabut kanaikan tariff dan peningkatan pelayanan kualitas air.
“Kalau hal ini tidak dituruti kita akan terus melakukan aksi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Gresik Moh Syaikhu mengatakan pihakya akan terus mengawal tariff air dan peningkatan pelayanan kualitas air ini. Komisi B bernjani akan memanggil kembali PDAM untuk menindaklanjuti pertemuan yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Ini memang tugas kami, jadi kita apresiasi aksi ini,” ujarnya.(sho)
0
GRESIK-Kepanikan melanda anggota dewan dan pegawai di sekretrariat DPRD Gresik, Jum'at (24/01). Pasalnya, AC di sebelah toilet lantai atas terbakar. Tak pelak, anggota dewan maupun pegawai secretariat semburat menyelamatkan diri serta berkas dan arsip-arsip penting. Apalagi, kejadiannya persis seusai  sholat Jum'at.
Kejadian berawal, ketika  semua anggota DPRD Gresik sedang menunaikan sholat Jumatdi sekitar halaman Masjid Jami' Gresik yang jaraknya sangat dekat dengan gedung dewan. Tiba-tiba, pegawai sekretriat DPRD Gresik mencium bau terbakar. Setelah dicek, ternyata compresor AC di toiler terbakar.Tak pelak, mereka langsung berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri sambil membawa berkas penting. Apalagi, listrik dalam ruangan langsung padam yang membuat mereka semakin panik.  Saat kejadian, kebetulan sudah rokaat terakhir sholat Jum'at. Sehingga, anggota dewan yang tak jauh dari gedung dewan segera berhamburan untuk memadamkan api. Termasuk, sejumlah wartawan yang ngepos di DPRD Gresik.
Salah seorang staf di secretariat dewan segera menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) dari Pemkab Gresik. Ketika damkar dating, api sudah berhasil dipadamankan dengan tabung pemadang kebakaran yang ada di gedung dewan maupun disiram dengan air.Menurut saksi mata Aries Wahyudianto yang ikut memadamkan api menggunakan tabung pemadam, penyebab kebakaran diduga akibat kabel compresor AC yang  konselting sehingga menyebabkan AC terbakar. "Beruntung apinya tidak menjalar ke ruangan lain karena cepat dipadamkan," katanya..
Sementara itu, Ketua F-PDIP Uman SH yang berada di ruang fraksi, mengaku secepatnya keluar ketika mencium bau terbakar. Lalu, dia bergegas memindahkan mobilnya dari parkiran gedung dewan."Saya pindahkan mobil agak jauh, khawatir kebakaran membesar,'ujarnya.
Sedangkan ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim yang masih menunaikan sholat Jum'at di Masjid Jami Gresik ketika kebakaran berlangsung, mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari secretariat dewan.
"Kerugiannya berapa, saya belum mengetahui karena belum mendapat laporan dari sekwan,"tegasnya.(sho)

0
GRESIK-Ribuan warga Desa Sidojankung Kecamatan Menganti ngeruduk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dan Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa (21/01).
Mereka menuntut agar kepala desa (Kades) Sugiyanto yang menjadi terdakwa dalam perkara  dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan pengerusakan perumahan MARS.
Dalam orasinya, warga meminta agar keadilan ditegakkan Sebab, menurut mereka Kades  Sugiyanto tidak pernah melakuakn tindak pidana yang dilaporkan pengembang tersebut. Sebab, kades melakukan pembangunan tanggul yang berdekatan dengan tanah milih pengembang perumahaan atas permintaan warga. Alasnanya, limbah air dari warga perumahan masuk ke sawah para petani yang mengakibatkan kerusakan.
Setelah puas melakukan orasi, perwakilan pengunjukrasa ditemui oleh Kajari Gresik, Willy Ade Chaidir di aula Kejari Gresik. Hasil pertemuan tersebut lalu di sampaikan kepada massa. Kajari menyampaikan, bahwa, aspirasi warga akan dikordinasikan.
"Kami akan melakukan kordinasi dengan beberapa pihak untuk mencarikan solusi yang tepat," tegasnya.
Dalam kasus Kades Sdojangkung Sugiyanto sudah menjalai proses hukum samapai pada tingkat pemeriksaan terdakwa.
"Hasil dari persidangan tentunya akan kami evaluasi dan kita kordinasikan dengan jaksa penuntut umum untuk mengambil sikap," ujarnya.
Namun, warga tidak puas dan  bergerak ke PN Gresik yang kebetulan ada lanjutan persidangan dengan terdakwa kades Sugiyanti yang agenda pemeriksaan terdakwa.
Dalam persidangan, terdakwa mengakui kalau membangun tanggul tersebut atas permintaan warga. Pasalnya, sebagian warga yang memiliki sawah di sekitar area pembuangan limbah (selokan) milik pengembang perumahan mengaku tanamannya rusak. Sebab, saluran pembuangan air dari perumahan jika musim penghujan meluber sampai ke sawah.
"Atas inisitif dan desakan warga, saya melakukan penaggulan," terangnya di depan Majelis hakim yang diketuai Koesno SH.
Sebelum membangun tanggul, karta Sugiyanto, pihaknya bersama perangkat desa sudah membicarakan kepada pihak perumahan. Namun, pemilik perumahan tidak beritikad baik.
"Pegawainya hanya mengatakan, nanti akan kami sampaikan kepada pemilik. Itu disampaikan hingga beberapa kali tanpa ada titik temu", jelas Sugiyanto.
Warga sendiri, kata Suiyanto, hanya minta kepada pengembang untuk dibuatkan resapan air serta saluran air yang lebih besar untuk menghindari air libah perumahan tidak masuk ke sawah warga.
Setelah pemeriksaan terdakwa selesai, sidang akhirnya ditunda pecan depan dengan agenda tuntutan.
Kendati demikian, ribuan massa tidak mau beranjak pulang. Mereka tetap ingin kepastian dari majelis hakim agar dipertemukan dengan pemilik perumahan. Mereka menuntut ada kepastian  agar pihak perumahan membangun resapan dan saluran air.
Sementara itu, Sudibyo Kristian SH selaku kuasa hukum dari terdakwa Sugiyanto kepada awak media  mengungkapkan bahwa, klienya tidak terbukti bersalah atas dakwaan JPU.
"Bayangkan saja, pembangunan tanggul yang dilakukan klien kami, tidak merusak bahkan tidak mencaplok tanah milik perumahan. Terbukti waktu sidang di tempat beberapa minggu yang lalu, pembanguan tanggul tidak masuk ke pekarangan milik perumahan. Ada batas aptok yang meisahkan antara tanah perumahan dan tanah milik warga," ujarnya.
Sehingga, dia yakin klienya akan bebas dari dakwaan.
Sebaliknya, Toni Gunawan selaku kuasa hukum dari perumahan MARS  kepada awak media mengungkapkan, bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada kejaksaan dan pengadilan. Institusi hukum tersebut yang berhak menetukan salah dan benar.
 "Kita ikuti aja proses hukum di pengadilan," ujarnya singkat.(sho)

0
GRESIK-Masyarakat maritim yang berasal dari  sopir dan kuli bongkar muat pelabuhan dan  anggota DPC  Pelayaran  Rakyat (Pelra) Gresik, ngluruk  proyek pembangunan portal PT Pelindo III Cabang Gresik, Sabtu (18/01).
Mereka protes keras karena  PT Pelindo III Cabang Gresik dinilai sewenang-wenang dengan memasang portal di area menuju tempat bongkar muat  kayu log di area pelabuhan. Untuk itu, mereka ngluruk supaya proyek dihentikan.
Alhasil, terjadi ketegangan antara massa dengan security PT. Pelindo III Cabang Gresik. Sebab, massa memaksa menghentikan tetapi dihalang-halangi oleh security.
Namun, Kapolsek KP3 Gresik, AKP M Zunaedi, bersama dengan sejumlah petugas langsung turun ke lapangan sehingga kondisi yang sudah memanas bisa diredam.
"Kami merasa terganggu dengan adanya pemasangan portal tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu"cetus salah kuli bongkar muat yang ikut ngluruk.
Sementara itu, Sekretaris DPC Pelra Gresik, H Abdul Rozaq menegaskan, bahwa, tindakan yang dilakukan oleh PT. Pelindo III sebagai pengelola pelabuhan merupakan tindakan gegabah.
"Mestinya, sebelum melakukan pemasangan portal, harus disosialisaskan. Tapi ini tidak ada sosialisasi. Langsung dipasang portal seenaknya sendiri," tukasnya dengan nada geram.
Sedangkan pelaksana proyek portal  PT Pelindo III Cabang Gresik, Ashari kepada awak media mengaku, bahwa, pihaknya hanya perintah pimpinan untuk memasang portal.
"Saya hanya sebagai pelaksana. Soal sosialisasi, silahkan ke pimpinan,"katanya.
Setelah dimediasi oleh Kapolsek KP3 Gresik AKP M Zunaedi, akhirnya tercapai kesepakatan kalau kegiatan pembangunan  portal dihentikan sementara dan bakal dibicarakan pada Senin (20/01) antara pihak PT Pelindo III cabang Gresik dengan DPC Pelra Gresik, sopir dan kuli bongkar muat. Dengan tercapai kesepakatan tersebut, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.(sho)