BERITA HARI INI

0

GRESIK-Naluri bisnis Djasmadi alias Pak Jas (61) warga Gubeng Airlangga, Surabaya untuk mencari pendapatan sampingan, sebenarnya cukup bagus. Hanya saja, bisnis yang dijalani merupakan bisnis haram.
Betapa tidak, kakek dengan 3 cucu yang bekerja di PT. PT. Swadaya Graha Gresik tersebut, mencari pendapatan sampingan dengan menjadi pengecer togel yang melayani teman-temannya sesama karyawan disitu.
Namun, bisnis sampingan haram yang dijalani akhirnya terbongkar oleh jajaran Polsek Kebomas. Alhasil, dia harus meringkuk dibalik jeruji besi, Sabtu (03/05).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Kebomas, Gresik, IPDA M. Sumain,bahwa, terbongkarnya tersangka Djasmadi sebagai pengecel togel setelah anggotanya setelah mendapat informasi dari masyarakat kalau ada praktik perjudian dalam lokasi pabrik.
"Setelah itu, kita melakukan penyidikan dan pelaku kami tangkap setelah bubaran pabrik di jalan raya Veteran Gresik berserta barang bukti 1 ponsel Nokia berisi rekap titipan tombokan dan uang hasil ecer togel sebesar Rp. 266 ribu," terangnya.
Selanjutnya, penyidik melakukan pengembangan penyidikan. Hasilnya, Djasmadi menunjukkan pengepulnya di Surabaya. Polisi berhasil menangkap Yos Konanda (39) warga Gubeng Airlangga yang merupakan tetangga Djasmadi.
"Tersangka Djasmadi menampung titipan togel dari para buruh sejawatnya di areal pabrik dan disetorkan ke pelaku Yos ini. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut," terangnya. Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam jeratan pasal 303 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Aksi simpatik dilakukan buruh di Kabupaten Gresik dalam merayakan Hari Buruh International. Mereka yang tergabung dalam kelompok serikat pekerja dan serikat buruh se-Kabupaten Gresik menggelar acara istigotsah qubro.
"Kami bangga karena pada beberapa tahun terakhir, saudara buruh yang ada di Gresik melaksanakan acara Istigotsah. Hal ini akan lebih menciptakan iklim yang lebih kondusif di Gresik," kata Wakil Bupati (Wabup) Moh Qosim ketika memberi sambutan dalam istighotsah kubro, Jum'at di halaman Kantir Bupati Gresik, Jum'at (02/05).
Dengan semakin terjaganya rasa aman dan kondusif di Gresik, sambung Moh Qosim, maka lebih menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Gresik.
"Karena suasana yang kondusif ini lebih memberikan angin segar bagi masuknya investor ke Gresik. makin banyak investor maka semakin banyak menciptakan lapangan kerja, "imbuhnya.
Sebelumnya, buruh di Gresik juga melaksanakankegiatan sosial mulai dari gelar donor darah hingga pemberian santunan untuk yatim piatu dan fakir miskin dalam rangkaian acara Hari Buruh Internasional ini.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0
GRESIK- Terdapat ratusan permasalahan diseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik selama tahun 2013. Hal tersebut ditemukan oleh panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik yang membahas Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun Anggaran 2013 .
Dari seluruh SKPD, Dinas Pendidikan menempati urutan pertama sebagai SKPD dengan kinerja paling buruk. Sedangkan, Dinas Kependudukan menempati urutan pertama sebagai SKPD dengan kinerja terbaik.
Anggota Pansus LKPj DPRD Gresik Muhajir mengatakan bahwa dari hasil finaslisasi yang dilaksanakan di Malang, Pansus menemukan banyak permasalahan dalam laporan yang disampaikan masing-masing LKPj. "Jumlahnya sangat banyak mencapai ratusan, namun untuk pastinya saya lupa soalnya masih difinalkan dalam rekomendasi Pansus," ujarnya dengan nada serius, Kamis (01/05)
Diakuinya, Dinas Pendidikan menempati urutan pertama dengan kinerja paling buruk selama 2013. Hal ii terbukti dengan banyaknya proyek pembangunan sarana pendidikan yang mangkrak dan tidak dapat diselesaiakan.
"Selain itu, juga terdapat banyak beasiswa bagi masyarakat yang tidak mampu belum terserap seluruhnya, sehingga ini sudah mengurangi hak masyarakat karena dana tersebut harus dikembalikan," terangbya.
Hasil pelaporan SKPD untuk tahun 2013 ini memang sangat memprihatinkan dan tidak ada keseriusan untuk meningkatkan kemajuan Gresik. Sehingga, lanjut dia, pihaknya bersama Pansus akan memberikan rekomendasi seobjektif mungkin melihat realitas yang disampaikan.
"Pemkab selama 2013 tidak serius untuk bekerja, dari begitu banyak program banyak yang tidak bisa diselesaiakan,"ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pansus LKPj DPRD Gresik Moh Syafi' AM. Pihaknya mengatakan bahwa hasil finalisasi kemarin Pansus menemukan banyak permaslaahan hampir diseluruh SKPD. Sehingga, pihaknya berharap ke depan akan ada perbaikan yang serius dari Pemkab Gresik.
"Ini harus segera dibenahi agar kinerja tahun ini lebih baik," ujarnya.
Syafi' AN menambahkan, selain menemukan banyak kekurangan dari masing-masing SKPD. Pihaknya juga menemukan kinerja yang memuaskan dari beberapa SKPD, salah satunya Disdukcapil yang mengeluarkan program pembuatan semua kartu kependudukan hanya sehari.
"Kepala Disduk menjamin hanya 10 menit buat KTP maupun yang lain selesai, ini merupakan terobosan yang baik,"imbuhnya.(Sho)

0
GRESIK-Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Gresik segera membentuk relawan mulai cabang hingga ranting untuk meminimalisir kematian ibu dan bayi.Sebab, angka kematian ibu dan bayi cenderung meningkat.
Untuk itu, PC Fatayat NU Gresik diajak bekerjasama oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik untuk mensukseskan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).
"Pemerintah mengandeng Fatayat untuk mensukseskan P4K sangat tepat karena anggota Fatayat merupakan usia produktif. Makanya, kita menyambut baik dengan kerjasama ini. Kita akan membentuk relawan,"ujar Ketiua PC Fatayat NU Gresik, Hj. Safi'ah, Kamis (01/05)
Ditambahkan, peran Fatayat sudah sangat besar selama ini. Sebab, kader penggerak posyandu (pos pelayanan terpadu) di desa-desa, mayoritas merupakan anggota Fatayat.
Fatayar Gresik, sambung Safi'ah berharap agar P4k tetap berlanjut sampai ditingkat bawah sehingga angka kematian ibu dan anak dapat menurun.
"Harapan fatayat program dapat berlanjut sampai ke ranting sehingga dapat meminilisir angka kematian
Karena bukan tidak mungkin sasaran adalah fatayat sebab usia produktif fatayat,"tukasnya.
Dalam sosialisasi yang berlangsung di kantor NU Gresik tersebut, dr Ummi Khoirul dari Dinkes Gresik memberikan materi tentang kebijakan P4K di Kabupaten Gresik dan penyaji dari PMI Gresik.(sho)

1
GRESIK-Terbelit masalah kebutuhan ekonomi sejak bercerai dengan suaminya membuat tersangka Sri Hartatik (45) warga Jl Usman Sadar Gg 18 No 44 Kelurahan Karangturi Kecamatan Gresik nekad nguthil di mini market yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman.
Namun, akksi janda tanpa anak tersebut kepergok oleh pemiliknya. Alhasil, tersangka Sri Hartatik harus meringkuk dibalik jeruji Mapolsek Kota Gresik, Kamis (01/05).
Tertangkapnya aksi ngutil tersebut berawal ketika pemilik toko yakni Chusnul Ferawati (30) warga jl Kacapiring No 8 RT 04 RW 06 Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik .sedang membersihkan rumah lantai atas. Kemudian dia turun ke lantai bawah yang dimanfaatkan sebagai mini market.
Saat itu ,dia melihat ada seseorang berjilbab yang memasukan barang berupa pasta gigi sebanyak 4 biji, pengharum ruangan sebanyak 3 biji, Toilet Ball sebanyak 4 bungkus dan kopi Good Day Moccacino sebanyak 10 bungkus,
Selanjutnya, dia berteriak sambil menarik tas tersangka Sri Hartatik dan pembeli yang lain melaporkan ke Polsek Kota Gresik yang segera memprosesnya.
Kapolsek Kota Gresik, H. Moeljono SH
Membenarkan penahanan tersangka janda yang kepergok nguthil di mini market tersebut.
Sementara itu, tersangka Sri Hartatik mengaku ngutil barang-barang tersebut untuk dipakai sendiri di rumah. Sebab, dia janda tak ada yang memenuhi hidupnya.
"Buat saya pakai sendiri di rumah, pak,"ujarnya dengan memelas.(Sho)