BERITA HARI INI

0
GRESIK-Kabupaten Gresik merupakan kabupaten yang paling aman dan damai. Untuk itu, Wakil Bupati Gresik Drs. Moh Qosim, M.Si berharap agar masyarakat ikut serta menjaga Gresik selalu kondusif.
Selain itu, Wabup Moh  Qosim menghimbau agar jangan terlalu sering demo dan unjukrasa turun jalan.
"Kalau anda demo dan unjukrasa di jalan, maka akan menciptakan iklim ekonomi yang tidak baik. Diantaranya investor enggan masuk ke Gresik serta berbagai kepentingan umum dan perekonomian masyarakat akan terganggu. Semua permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah. Mari kita berbicara dan musyawarah untuk menyelesaikan setiap permasalahan,"tandasnya saat membuka acara kegiatan fasilitasi pencapaian halaqoh dan berbagai forum keagamaan lainnya dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan yang berlangsung di ruang rapat kantor Bupati Gresik, Kamis (3/4).
Acara tersebut diikuti oleh sekitar 60 orang perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, perwakilan dari mahasiswa dan perguruan tinggi serta beberapa perwakilan dari kelompok masyarakat.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Kantor Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Gresik menghadirkan 2 orang nara sumber yaitu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, KH. Khusnan Ali dan Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik, Drs. In'am, M.Ag .
Ketua MUI Gresik, KH. Khusnan Ali memaparkan tentang sikap dan tindakan terkait maraknya aliran kepercayaan yang dianggap menyimpang oleh masyarakat. Sedangkan Ketua FKUB, Drs. In'am M.Ag menjelaskan tentang memperkokoh kerukunan umat beragama terkait dengan isu terkini yang berkembang di Kabupaten Gresik. (sho)

0
GRESIK- Siswa dari TK Muslimat NU Mahkota 29 mengunjungi Kantor Bupati Gresik untuk pembelajaran di luar sekolah yang diterima langsung oleh Bupati Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati (Wabup) Moh Qosim serta pejabat lainnya di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Rabu (02/04).
Pembelajaran di luar sekolah atau Environment Learning khususnya (aktive Learning) dari TK Muslimat Mahkota 29 sangat Istimewa. Pasalnya anak-anak langsung bertatap muda dan berdialog langsung dengan kedua pimpinan Gresik.
"Bagaimana caranya menjadi Bupati," tanya salah satu siswa TK Muslimat NU, Jidan kepada Bupati Sambari Halim Radianto.
"Jadi Bupati, itu mudah. Pokoknya kuncinya adalah rajin dan rajin belajar. Jika anak-anak rajin belajar, saya yakin bisa dengan mudah menjadi Bupati,"jawabnya.
Pertanyaan ceplas ceplos juga diajukan oleh Kaila, siswi TK Muslimat Mahkota 29 lainnya.
"Capek ngak jadi Bupati?"tanyanya.
Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Sambari menhelaskan, bahwa, kuncinya ada niatan.
"Jika kita bekerja dengan niat ibadah, Insya Allah, ngak capek. Ttapi jika niatnya mencari uang, maka akan cepat capek,"ujarnya.
Sementara itu Kepala Sekolah TK Muslimat NU Mahkota 29, Hidayatul Ilmiah menjelaskan bahwa kunjungan 160 sisiwanya tersebut merupakan bentuk pembelajaran di luar sekolah, agar anak-anak bisa menambah pengetahuan khususnya tentang pemerintahan.(sho)

0
GRESIK-Kepentingan rakyat sudah terabaikan oleh anggota dewan ditengah kesibukan dan konsentrasi menghadapi pemilihan umum legislatif (Pileg) 2014 yang sudah di depan mata.
Maklum, mayoritas anggota DPRD Gresik maju kembali sebagai Caleg dengan berebut kursi untuk masa bhakti 2014-2019 mendatang.
Imbasnya, agenda dewan menjadi terbengkalai karena anggota dewan pilih bolos berdalih sibuk kampanye daripada menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat.
Realitas tersebut tercermin dengan belum ditetapkannya pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2013. Pasalnya, rapat badan musyawarah (Bamus) DPRD Gresik dengan agenda penetapan jadwal pembahasan dan pembentukan panitia khusus (pansus) LKPj, batal. Penyebabnya, anggota dewan yang menjadi anggota Banmus tidak hadir sehingga rapat tidak mencapai kuorum.‬
‪''Tidak jadi, soalnya tidak kuorum,'' ujar Anggota Banmus, Mubin dengan nada serius, Selasa (01/04).
‪Dikatakan, pihaknya sudah menunggu dari jam 10.00 WIB sesuai undangan rapat banmus. Tetapi, sampai pukul 13.00 WIB atau molor 3 jam, tidak juga memenuhi kuorum.
''Akhirnya, rapat Banmus ditunda besok (Rabu (02/4) ini'' ungkapnya.‬
Sementara itu, ‪Wakil Ketua DPRD Gresik Susiyanto yang memimpin rapat Banmus membenarkan pembatalan rapat Banmus jumlahanggota yang hadir tidak mencapai kuorum.
''Sesuai tata tertib, rapat Bamus bisa dilanjutkan kalau 50 plus 1. Tapi, tidak tercapai kourum. Sehingga, kita putuskan menundanya,"papar politisi dari Fraksi Partai Demokrat (F-PDI) itu.
‪Ketidakhadiran wakil rakyat ini, sambung Susiyanto ditengarai karena mereka sedang sibuk berkampanye. "Seharusnya urusan tugas kantor harus tetap didahulukan. Memang mayoritas sibuk kampanye. Tapi, urusan pekerjaan jangan ditinggalkan,"kecamnya.
‪Ditambahkan Susiyanto, anggota Banmus yang tidak hadir termasuk unsur pimpinan DPRD Gresik. Dari 4 oranmg unsur ketua DPRD Gresik, hanya dia yang hadir.
''Pimpinan juga tidak ada yang datang, akhirnya saya tadi yang memimpin rapat,'' imbuhnya.(sho)

0
GRESIK-Gaji guru honorer di Gresik akan dinaikkan minimal sesesar Rp. 750 ribu perbulan. Demikian janji Bupati Dr. Sambari Halim Radianto saat membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) se Kabupaten Gresik yang berlangsung di Alun-alun kota Gresik, Selasa (01/04).
Sebab, banyak guru yang gagal dalam dalam perekrutan PNS K2 yang berlangsung beberapa saat yang lalu. "Dari 770 guru honor yang mengikuti ujian K2, hanya sekitar 220 yang lulus. Masih ada 495 guru honor yang belum lulus dan mungkin gajinya sangat tidak layak" ujarnya.
Kenaikan gaji guru honor tersebut seiring dengan kenaikan anggaran Pendidikan Gresik sebesar 20% lebih. "Nantinya anggaran Pendidikan Gresik mencapai 37 prosen dari APBD. Untuk itu kepada Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik memperjuangkan kenaikan gaji Guru tersebut", ungkapnya dihadapan siswa peserta O2SN se Kabupaten Gresik yang juga didampingi guru-gurunya.
Kendati demikian, Bupati mengakui, nilai Rp. 750 ribu ini masih dinilai sangat rendah.
"Tapi jumlah itu masih lumayan dari yang ada selama ini. karena dibeberapa lembaga pendidikan masih ada yang membayar gurunya kurang dari jumlah tersebut dan bahkan tidak mendapat honor" katanya lagi.
Bupati berjanji akan terus memperjuangkan kesejahteraan para guru di Gresik.
Ternyata, janji Bupati tersebut dinilai oleh Wakil Ketua DPRD Gresik sebagai bentuk kampanye terselebung dengan memanfaatkan uang negara yang dibungkus melalui kegiatan di SKPD yang menggunakan dana APBD Gresik.
"Saya mendengar dari jarak jauh, pidato bupati sama dengan kampanye terselubung yang menggunakan dana APBD melalui berbagai kegiatan,"ujar Susiyanto yang kebetulan mendengarkan dari warung kopi di sekitar alun-alun Gresik.
Tak sampai distu, Susiyanto juga mencurigai kegiatan di Bagian Kesejateraan Rakyat (Kesra) Pemkab Gresik dengan mengumpulkan kepala desa tetapi ada calon legislatif dari partai tertentu yang diundang datang.
"Ada lagi kegiatan diluar kota dari SKPD yang mengundang kepala desa dan dihadiri oleh caleg dari partai tertentu. Ini sudah banyak penyalahgunaan untuk kampanye terselubung,"tegasnya.(sho)

0
GRESIK-Batas akhir pengembalian masa pinjam rawat mobil dinas (mobdin) operasional untuk anggota DPRD Gresik, ternyata ditaati oleh para legislator. Sebab, merewka berbondong-bondong mengembalikan ke Sekretariat DPRD Gresik ataupun langsung ke Bagian Perlengkapan Pemkab Gresik.
Dalam pantauan, beberapa anggota dewan yang mengembalikan mobdin melalui Sekwan DPRD Gresik seperti Mustajab, Abdul Qodir dan banyak lainnya,
"Ini, mau saya kembalikan mobdin, STNK dan kunci kontaknya,"ujar Mustajab sambil menunjuikan STNK (surat tanda nomor kendaraan) di gedung dewan,Selasa (01/04).
Bagi anggota dewan yang mengembalikan melalui Sekwan DPRD Gresik akan diterima oleh Bagian Perlengkapan Sekwan yang akan diteruskan ke Bagian Perlengkapan Pemkab Gresik.
"Cukup dikembalikan disini (sekwan DPRD Gresik) melalui Pak Anang Yohansyah (Kasubag Perlengkapan). Nanti kita yang serahkan kesana (Bagian Perlengkapan Pemkab Gresik),"ujar Kabag Perlengkapan Sekwan. Kunto SH mendampingi Sekretaris DPRD, Harry Soerjono.
SeKendati demikian, ada anggota dewan yang langsung mengembalikan ke Bagian Perlengkapan Pemkab Gresik sebagai penanggungjawab pinjam rawat mobdin tersebut.
"Saya kembalikan ke Bagian Perlengkapan saja. Kebetulan ada keperluan juga di kantor Pemkab Gresik,"ujar anggota dewan dari F-PKNU, Aliyatul Halimah.
Sekedar diketahui, sebanyak 42 anggota DPRD Gresik mendapat pinjaman mobdin untuk operasional. Tetapi, biaya perawatan dan BBM ditanggung peminjam.
Sedangkan unsur pimpinan mendapat fasilitas mobdin sesuai aturan yakni Ketua Komisi-komisi dan Ketua serta Wakil Ketua DPRD Gresik.
Namun, selama musim kampanye dan jelang pelaksanaan pemilihan legisltaif (Pileg) 2014, sebanyak 42 mobdin Daihatsu Terios tersebut harus dikembalikan sementara agar tak disalahgunakan untuk kampanye. Sebab, mayoritas anggota perlemen mengajukan diri kembali sebagai Caleg incumbent untuk berebut kursi di DPRD Gresik.(sho)