BERITA HARI INI

0

GRESIK—Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik meolak usul tambahan penyertaan modal PDAM sebesar Rp 6 milyar dalam perubahan APBD (P-APBD) Gresik Tahun 2014.
"Tambahan penyertaan modal harus melalui peraturan daerah (Perda). Tak ada payung hukumnya, jadi kita tolak,"tandas Ketua Banggar DPRD Gresik, Zulfan Hasyim, Kamis (14/8/2014)
Hal senada disampaikan anggota Banggar, Moh Syafi' AM yang menyatakan usul itu tidak bisa dipaksakan. Tetapi pihaknya mengusulkan agar perda serupa diusulkan dalam program legislasi daerah (prolegda) perubahan Oktober nanti.
''Sehingga anggaran bisa dialokasikan dalam APBD 2015," imbuhnya.
Namun Banggar akan menolak jika dana penyertaan modal dipakai untuk membayar hutang PDAM. Pasalnya penyertaan modal hanya boleh dipakai untuk pengembangan dan biaya investasi.
''Bukan untuk bayar hutang. Urusan hutang adalah tanggung jawab direksi PDAM. Tidak bisa dilimpahkan ke APBD," tegas Syafi'.
Dana penyertaan modal Pemkab Gresik kepada PDAM Gresik sebesar Rp 40 miliar sudah terpenuhi semua. Sehingga harus ada perda baru tentang penyertaan modal PDAM.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Gresik kepada awak media Muhammad menyesalkan sikap Banggar yang tidak meloloskan usulannya.
Menurutnya, kucuran dana P-APBD sangat dibutuhkan untuk sejumlah keperluan. Yang utama, yakni pengembangan pelayanan dan biaya investasi.
''Seharusnya dewan lebih bijak. Sebab dana dibutuhkan untuk keperluan investasi," ujar Muhammad.
Dia membeberkan, dana segar dibutuhkan untuk pemasangan jaringan pipa baru. Yaitu Jaringan pipa dari Banyuurip ke Bringkang, Menganti sepanjang 5 kilometer. Serta Morowudi ke Cerme sekitar 2 kilometer. Selain itu, Muhammad berdalih, penyertaan modal juga dipakai sebagai persiapan operasional Bendungan Gerak Sembayat (BGS). ''Tentu semuanya butuh dana besar," akunya.
  Apa lagi? Tanggungan hutang PDAM Gresik juga menjadi alasan di balik permintaan dana. Hingga kini, BUMD yang berkantor di Perumahan Bunder Asri itu memiliki tanggungan hutang ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 14 miliar. Itu adalah sisa hutang sejak 1995. Ketika itu Bank Dunia melalui Departemen Keuangan RI mengucurkan pinjaman modal ke PDAM Gresik sebesar Rp 30 miliar. Dalam perjanjiannya, hutang harus lunas sampai 2010. Tetapi karena kondisi keuangan yang buruk, hutang belum lunas.          Muhammad mengakui,, sisa hutang PDAM sangat mendesak dilunasi. Sebab jika tahun ini belum beres, beban hutang akan membengkak menjadi Rp 22 miliar. Ada tambahan Rp 8 miliar yang bersumber dari denda dan bunga hutang.''Jadi sangat mengganggu keuangan. Seharusnya dewan lebih bijak," imbuhnya seraya menjelaskan kalau dana kas PDAM saat ini sekitar Rp 10 milyar.(sho)

Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Ketegangan kembali terjadi antara polisi dengan pengunjuk rasa. Sebab, aktivisi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendirikan tenda keprihatinan di depan gedung dewan,
Pihak keamanan memaksa membongkar posko yang didirikan oleh aktvis .Aksi pencopotan ini langsung mendapatkan perlawanan dari massa yang sejak siang duduk di bawah tenda posko.
kejadian ini bermula dari permintaan Polres untuk membubarkan posko pada pukul 16.30 WIB. Krena mendapat penolakan dari para aktivis, beberapa anggota polisi langsung merobohkan posko dan menyeret beberapa aktivis yang menolak pembubaran posko tersebut. Kalah jumlah, akhirnya Polres Gresik berhasil merobohkan tenda posko yang didirikan aktivisi PMII untuk menolak pengadaan Mobil Dinas.
Pengurus PMII Cabang Gresik Arga Dahani mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan anggota Polres Gresik.
Tindakan ini, lanjut dia, merupakan tindakan yang arogan dilakukan beberapa oknum Polres Gresik.
"Ini memang membuat kami kecewa, soalnya tindakan polisi yang merubuhkan paksa dan menyeret-nyeret beberapa sahabat," ujarnya, dengan nada sengit, Kamis (14/8/2014)
Dikatakan, pemasangan posko ini sebelumnya sudah melalui prosedur yang ada. Yakni, lanjut dia, dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polres Gresik bahwa posko ini akan didirikan hingga dua hari.
"Kami sudah mengirimkan surat, tetapi kami tidak tahu kenapa polisi merubuhkan posko kami," terangnya.
Kecaman juga berasal dari MGPK yang mengutuk keras arogansi kepolisian Gresik dalam pembongkaran paksa posko PMII untuk menolak pengadaan mobdin.
"Kita berencana membawa dan melaporkan arogansi Kepolisian Gresik ke Kompolnas,"ujar Wahab.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Ops Kompol Makung Ismoyojati mengaku tindakan ini dilakukan lantaran massa dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, masyarakat yang hendak melakukan kegiatan sehari-hari juga merasa terganggu dengan keberadaan mereka.
"Ini bentuk ketegasan karena mereka dianggap mengganggu ketertiban umum," katanya.
Ia menambahkan, sesuai dengan ketentuan memang aksi unjuk rasa maksimal dilakukan pada pukul 17.00 WIB. Sehingga, pihaknya membubarkan aksi yang dilakukan aktivis PMII.
"Memang secara aturan semua aksi unjuk rasa harus dibubarkan pada pukul 17.00 WIB,"tandasnya.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK- Dalam sehari dua orang mati mendadak di tempat yang berbeda Kamis, (14/8/2014). Pertama di pelabuhan umum Gresik, anak buah kapal (ABK) dikatahui meninggal. Kedua, tukang becak meninggal di alun-alun Gresik. Keduanya diduga mempunyai riwayat penyakit.
ABK yang meninggal dunia mendadak yakni Hamsyah (62), warga perumahan Cerme Blok L5, RT 05, RW 03, Desa Betiting, Kecamatan Cerme..
Dia bekerja sebagai nahkoda kapal motor (KM) Marini diketahui meninggal oleh salah satu temannya yang melihat Hamsyah tertidur dengan kepala diatas pinggir kapal.
Lalu dibangunkan oleh temannya. Tetapi, beberapa kali dibangunkan tidak juga bergerak, setelah diteliti ternyata detak jatungnya berhenti atau meninggal dunia.
Kapolsek KP3 Gresik, AKP M Zunaedi membenarkan kejadian itu.
"Menurut keterangan keluarganya korban memang sebelumnya mengidap salah satu penyakit"tegasnya.
Ditempat terpisah, Abdullah Marjuki (60), warga Kelurahan Kroman Gg 6 G, Kecamatan Gresik,ditemukan meninggal dunia terjatuh dari becaknya.
"Menurut keterangan sejumlah saksi, tiba-tiba korban terjatuh dari becak dan meninggal dunia. Dugaaan sementara korban mempunyai riwayat penyakit"terang Kapolsekta Gresik, AKP Abdul Rokib (sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Puluhan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik maupun beberapa LSM di Gresik mellempari gedung DPRD Gresik dengan buah mengkudu atau pace busuk sebagai bentuk protes dengan kinerja dewan yang tetap meloloskan usulan pengadaan mobil dinas (mobdin) untuk eksekutif.
''Ini sebagai bentuk simbolisasi kebungkaman anggota dewan. Mereka tidak lagi memperhatikan kondisi rakyatnya. Kita lempari pace busuk untuk menunjukkan kita bukan bagian dari kebusukan,'' ujar oordinator Aksi Gus Maulana Yasin, Kamis (14/8/2014).‬
Awalnya, mereka melakukan orasi massa juga membawa beberapa poster tuntutan agar pengadaan mobdin dibatalkan. Dalam aksi kali ini, massa dikawal puluhan polisi yang sudah sejak pagi menunggu di depan kantor DPRD Gresik.‬
Massa juga menutup mulut mereka dengan solasi sebagai bentuk kebungkaman wakil rakyat terhadap tindakan Pemkab yang mau menghambur-hamburkan uang rakyat.
Dalam aksinya, massa juga melakukan salat ghaib dan mambacakan tahlil untuk mendoakan wakil rakyat agar sadar. Setelah itu, massa melanjutkan bersujud di tengah jalan yang terik. Aksi dilanjutkan dengan melempari kantor dewan dengan pace busuk. Karuan, aksi ini sempat membuat massa bersitegang dengan anggota polisi yang terkena pace busuk tersebut. Ketegangan berlanjut, saat massa yang melihat mobdin yang digunakan wakil rakyat melintas menghentikan. Namun, setelah mendapat pengamanan dari pihak kepolisian masaa menghentikan aksi tersebut.‬
‪Korlap aksi Gus Maulana Yasin mengatakan bahwa aksi kali ini merupakan aksi lanjutan untuk menolak pengadaan mobdin untuk esellon III-b. Pasalnya, lanjut dia, hingga saat ini pengadaan tersebut telah mendapat persetujuan wakil rakyat.
''Ini jelas ada apa-apa. Bagimana tidak, sebelumnya anggota dewan sempat ngotot untuk menghentikan tetapi akhirnya meloloskan 21 mobdin,'' terangnya.(sho)

Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerjasama dengan kelompok perempuan dan sumber-sumber kehidupan (KPS2K) Jatim dan institut KAPAL (lingkaran pendidikan alternatif) perempuan) Jakarta dalam sebuah program Gender Watch.
Kerjasama di tandai penanda tanganan nota kesepahaman (MoU), di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik, Selasa (12/8/2014).
Bupati Gresik Dr.H. Sambari Halim Radianto menyatakan sangat mendukung program –program gerakan perlindungan sosial.
" ini sungguh penting untuk dipersiapkan kesinambungannya sehingga tidak berhenti sebagai program sesaat. Yang penting sukses dalam mengimplementasikan di lapangan, jangan hanya slogan-slogan saja,"ujarnya.
Ditambahkan, urusan gender tidak hanya di tingkat kecamatan dan desa, namun sudah di tingkat pusat. "Sebenarnya ibu-ibu rumah tangga ini sudah memiliki kemampuan secara otodidak tanpa disadarinya, namun dengan didampingi ilmu-ilmu yang di berikan, kami yakin di tangan perempuan segala permasalahan akan cepat selesai,"paparnya.
Sementara itu ketua pelaksana harian institut KAPAL perempuan, Misiah Msi, mengatakan penandatanganan Mou ini bersamaan dengan masa transisi menuju pemerintahan baru. "Perubahan kabinet sangat memungkinkan terjadinya perubahan kebijakan dan anggaran. Meski banyak perubahan terjadi, isu kemiskinan terutama kemiskinan perempuan tetap menjadi agenda penting.,"tukasnya.
Sedangkan Direktur KPS2K, Iva Hasanah menambahkan, bahwa, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gresik, KPS2K dan Institut KAPAL Perempuan melalui Gender Watch yang merupakan gerakan bersama antara masyarakat spil, Pemerintah dan kelompok penerima manfaat melakukan pemantauan bersama terhadap program jaminan keseatan Nasional menjadi relevan.
"Salah satu bentuk konkret dalam mengaplikasikan perda pengarusutamaan gender di Kabupaten Gresik dengan mendorong perempuan berpartisipasi dalam pembangunan,"tandasnya.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®