BERITA HARI INI

0

GRESIK-Akhirnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik memberikan sanksi teguran pada Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup Moh Qosim. Keduanya dinilai salah melakukan mobilisasi massa kampanye salah satu pasangan calon presiden.
Surat teguran dikirim KPU Gresik Senin (7/7). Surat teguran tersebut didasarkan pada rekomendasi Panwas Pilpres Gresik. Sebab, kedua pejabat tersebut menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Timur di GNI Gresik beberapa waktu lalu.
''Kami memang baru mengirimkan surat teguran pada Bupati dan Wakil Bupati,'' ujar Komisioner Divisi Hukum Dan Pengawasan KPU Gresik,M Choiruz Zimam kepada awak media, Senin (7/7).
Menurutnya, teguran yang dikirimkan ini sebagai tindaklanjut dari rekomendasi Panwas Pilpres Gresik. Pasalnya, meski bahasanya tidak sesuai aturan hal itu tetap dibenarkan KPU Jatim. Kendati demikian, KPU Jawa Timur menganggap rekomendasi panwas dapat dijadikan dasar aturan.
"Kami tetap mengikuti rekomendasi panwasl Pilpres sebagai landasan,'' terang Zimam.
Sedangkan, Komisioner Divisi Pengawasan Panwas Pilpres Gresik Hariyanto Ismail mengatakan bahwa setelah berkas dikembalikan pihaknya sempat melakukan konsultasi dengan Bawaslu. Dan rekomendasi yang tidak ada aturannya maka rekomendasi tersebut bisa menjadi aturan.
''Dengan adanya hasil ini, maka kami sudah menjawab rekomendasi sesuai rekom awal,'' ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Ismail, permasalahan ini lantaran dalam bahasa yang digunakan tidak menyalahkan bupati maupun membenarkan. Tetapi, pihaknya hanya meminta agar Bupati dan Wabup kedepannya bisa lebih selektif dalam menghadiri acara. Apalagi, kalau acaranya jelas-jelas terkait pilpres tidak perlu didatangi.
Menyikapi hal itu, Kepala Bagian Adm Humas Setkab Gresik Suryo Wibowo kepada awak media mengaku belum menerima terkait teguran dari KPU Gresik. Sehingga, pihaknya belum bisa mengomentari hal itu.
"Belum ada, mana ada surat teguran, dari pagi tidak ada surat dari KPU,'' pungkasnya.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Jabatan Wakil Kepolisian Resor (Wakapolres) Gresik bergeser. Kalau sebelumnya dijabat Kompol Dolly A Primanto, kini dijabat Kompol Alfian Nurizal yang sebelumnya Wakapolres Kediri. Sedangkan, Kompol Dolly A Primanto bertugas sebagai Wakapolres Sidoarjo.
Serah terima jabatan dilakukan Senin (7/7) dii Mapolres Gresik yang dipimpin Kapokres Gresik AKBP E Zulpan.
Kapolres Gresik AKBP E Zulpan, mengatakan sertijab adalah hal biasa. Sebab, hal ini meruapakan pembinaan karir. Yang mana pasti ada perputaran jabatan dengan tujuan, agar sehat dan ada penyegaran dalam struktur maupun kaderisasi.
"Makanya dalam mutasi tidak perlu dinilai negatif suka dan tidak suka. Namun, harus dinilai sebagai sesuatu yang wajar sebagai bentuk pembinaan organisasi," tukasnya.
Dia juga mengingatkan, bahwa tahun ini telah digelar Ops Mantab Brata Pilpres 2014 dilanjutkan dengan Ops Ketupat Lebaran dan Pemilihan Bupati Gresik 2015. Makanya arus disiapkan dengan baik. Mengingat, peran wakapolres  menciptkan dinamisasi dan kondusifitas serta juga pembinaan dari dalam.
"Kami harapkan Wakapolres menyesuaikan. Sebab, Gresik dikenal dengan Kota Santri. Ada beberapa wali, harus dipahami. Menjadi kota santri aman, damai tidak ada gangguan," pesannya seraya mengucapkan terima kasih kepada Kompol Dolly A Primanto, selama bertugas menemani saya cukup baik.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
1
GRESIK- Komisi D DPRD Gresik menyoroti pelaksanaan tes potensi akademik (TPA) penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sehingga komisi D meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik agar memperketat pengawasan untuk mengantisipasi agar tidak ada joki-joki tes pada PPDB kali ini.
"Keberadaan joki tes PPDB ini memang sangat dimungkinkan karena TPA menjadi syarat utama agar diterima di SMA-SMA favorit," ujar Ketua Komisi D DPRD Gresik Chumaidi Ma'un, Selasa (1/7)
Dari data yang berhasil dihimpun, nilai pada TPA yang dilaksanakan memiliki bobot hingga 50 persen. Sedangkan nilai Ujian Nasional (UN) hanya diberikan bobot 40 persen dan 10 persen lagi untuk piagam penghargaan yang dimiliki para siswa peserta PPDB.
Kondisi ini sangat memungkinkan adanya joki tes karena bobot TPA masih cukup tinggi.
Diengan adanya pemberian bobot hingga 50 persen ini, sambung Chumaidi, memberikan kesempatan pada siswa yang tidak terlalu cerdas untuk menggunakan jasa joki ujian. Sehingga, lanjut politisi PKB itu, para siswa yang seharusnya layak diterima karena memiliki nilai UN tinggi menjadi gagal.
"Kondisi ini memang sangat mungkin terjadi karena TPA bobotnya hingga 50 persen dan lebih besar dari nilai UN," ungkapnya.
Terkait dengan adanya TPA ini sebenarnya menurut Chumadi dalam peraturan daerah (Perda) tidak ada. Namun, pada aturan yang lebih tinggi memberikan syarat harus ada tes potensi akademik.
"Kalau di perda kami tidak memasukan TPA, tetapi murni karena nilai UN sehingga tidak mungkin ada joki ujian," terangnya.
Maka Disdik harus lebih waspada dan menjaga dengan ketat. Jangan sampai Disdik kembali kecolongan dengan adanya joki ujian ini.
"Harus ada pengawasan ketat dari Disdik dan sekolahan masing-masing agar tidak ada joki dan siswa benar-benar mengerjakan sesuai dengan kapasitasnya sendiri-sendiri," katanya.
Bagi para orang tua siswa yang merasa menemukan adanya joki-joki ujian ini, Chumaidi berharap segera melaporkan pada anggota dewan. Sehingga, pihaknya bisa langsung menindaklanjuti dan melaporkannya pada pihak yang berwajib.
"Harus dipolisikan, jangan sampai ini terus-terusan terjadi di Gresik," pungkasnya.(sho)

0
GRESIK-Menyambut hari ulang tahun Bhayangkara ke 68 tahun 2014, jajaran Polda Jatim melakukan mutasi besar-besaran. Sejumlah perwira, mulai wakapolres, Kasat dan Kapolsek juga ikut terkena pindah tugas.
Beberapa perwira yang terkena mutasi diantaranya, Kompol Dolly A Primanto yang sebelumnya menjabat wakapolres Gresik, menempati jabatan baru sebagai Wakapolres Sidoarjo. Sedangkan posisinya diisi oleh Kompol Alfian Nurizal yang sebelumnya Wakapolres Kediri,
Kasatlantas Polres Gresik, AKP Achmad Faisol Amir digantikan AKP Cinthya Dewi Arista yang sebelumnya, sebagai tenaga pendidik di SPN Polda Jatim.
Kasat Shabara Polres Gresik, AKP Abdul Rokib, menjabat Kapolsek Gresik, jabatan diduduki AKP Jannah, yang sebelumnya menjabat wapolsek Kebomas. AKP Mulyono menjabat Kapolsek Manyar, AKP Darsuki menjadi Kasubag hukum Polres Gresik
Kapolsek Dukun, AKP Saibani dipindah tugaskan sebagai Kapolsek Bojonegoro kota, sedangkan pengganti sebelumnya menjabat Kanit Idik I, Satreskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Windu Priyo Prayitno, Kaur Reg Ident (KRI) Polres Gresik Iptu Tony menduduki jabatan KRI Sidoarjo, sedangkan penggantinya adalah Iptu Sony Suhartanto, kanit laka Polres Tulung Agung
Kapolres Gresik, AKBP E Zulpan membenarkan adanya mutasi itu, "Soal mutasi setingkat kapolsek dan kasat adalah kewenanganya Polda Jatim dan rata-rata yang terkena mutasi adalah ada peningkatan, semisal wakapores Gresik ke Polres Sidoarjo" jelasnya, Selasa (1/7)
Sementara, peringatan HUT Bhayangkara ke 68, Polres Gresik usai upacara, memusnahkan ribuan boto miras dengan 75 tersangka dalam 65 kasus dalam operasi semeru 2014. Pemusnahan barang bukti oleh Muspida Kabupaten Gresik didepan pendopo Bupati Gresik, Selasa (1/7).(sho)

0
GRESIK-Salah satu strategi untuk mempertahankan market share nasional sekaligus menjaga loyalitas pelanggan yang diwakili pekerja konstruksi binaan, PT.Semen Indonesia, secara masive dan terencana malakukan kegiatan khusus yang ditujukkan untuk pekerja konstruksi melalui anak usahanya yakni PT Semen Gresik menggelar program Arisan Tukang ke-4 di Gedung Pusat Penelitian Semen, Selasa (1/7).
Selain sebagai sarana memperdalam pengetahuan tentang product knowledge, Arisan Tukang yang diselenggarakan secara rutin merupakan apresiasi terhadap loyalitas pekerja konstruksi yang selama ini menggunakan produk Semen Gresik.
Sedikitnya, 881 hadiah senilai 440 juta dengan hadiah utama umroh dan sepeda motor dibagikan pada pekerja konstruksi binaan.
SVP Komersial Semen Gresik, Aunur Rosyidi mengatakan pekerja konstruksi adalah ujung tombak penjualan bagi perseroan. Para pekerja konstuksi tersebut merupakan pengguna langsung semen (end user) sehingga sangat menentukan kinerja penjualan perseroan.
" Pekerja konstruksi memainkan peran sebagai pemberi pengaruh bagi pengguna jasa dalam belanja semen. Karena itu menjaga loyalitas termasuk dengan menyelenggarakan pemberian apresiasi seperti hari ini adalah langkah wajib yang akan mampu menjamin kontinuitas bisnis perusahaan,"ujarnya.
Dijelaskan relasional yang baik dengan pekerja konstruksi memberi kontribusi signifikan dalam penjualan semen Indonesia. Sehingga perseroan bisa tetap menjadi market leader dengan menguasai 44 persen pasar industri semen nasional.
"Para pekerja konstruksi ikut berperan memenangkan Semen Indonesia dalam menguasai market share di industri semen nasional,"tuturnya.
Hingga 2014, total tenaga konstruksi yang dibina perusahaan mencapai 10.635 orang dari berbagai daerah. 4002 diantaranya telah tersertifikasi, baik dalam hal keahlian kerja maupun keterampilan kerja. Dalam pemberian sertifikasi, Perseroan bekerjasama dengan badan pendidikan yang telah mendapatkan akreditas resmi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional yang dilaksanakan oleh Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) Pusat Pengembangan Jasa dan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)/Vocation Education Development Center (VEDC) Malang. Sertifikasi meliputi uji teori,praktik dan wawancara.
Perseraoan juga aktif mendukung lomba pekerja konstruksi Indonesia bekerjasama dengan Badan Sertifikasi Keterampilan yang telah mendapat akreditas Lembaga Pengembangan (LPJK) secara nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Lomba tersebut diikuti oleh SDM di bidang konstruksi sperti bidang perkayuan, batu dan pembesian. Sejumlah SDM bidang konstruksi dari Jawa Timur yang merupakan pekerja konstruksi binaan Semen Indonesia beberapa kali menjadi juara pertama dalam ajang kompetisi para pekerja konstruksi yang digelar pada 2008 hingga 2013.(sho)