BERITA HARI INI

0

GRESIK-Jajaran Sat Reskrim Polres Gresik membekuk jaringan judi toto gelap (Togel) mulai pengecer hingga bandarnya.
Dari tangan 7 tersangka, petugas menyita barang bukti (BB) berupa emas 10 gram, 1 motor honda Vario dan 7 buah telepon seluler.
Terbongkarnya jaringan togel berwal dari tertangkapnya 2 penombok di sebuah warung kopi (Warkop) Desa Prambangan Kecamatan Kebomas. Awalnya, petugas yang melakukan penyamaran mengamati NRY (67) dan Pi'I (42), keduanya warga Prambangan Kecamatan Kebomas sedang ngobrol tentang judi togel di warkop sambil menunjukkan bukti di pesan singkat ponselnya.
Kemudian, keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Gresik. Selain itu, diamankan dua buah telepon seluler dan rekapan togel serta uang Rp 190.000.,- Dari pengakuan keduanya dan penyidikan dikembangkan, sehingga berhasil menangkap 3 orang pengecer togel, yaitu Keceng (34), Gareng (45) keduanya warga Desa Kramat, Kecamatan Gresik dan Pentol (40), warga Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas.
Dari tangan ketiga tersangka ini berhasil menyita barang bukti uang Rp 480.000 dan 3 buah telepon seluler.
Dari situ, petugas Sat Reskrim Polres Gresik langsung menelusuri jaringan togel online sehingga berhasil membekuk seorang pengepul berinisial Taipe (32), warga Desa Kramat, Kecamatan Gresik diamankan 10 gram emas kalung, sebuah telepon seluler dan selembar rekapan. Dari pengakuan Taipe, bandar togel online berhasil ditangkap yakn tersangka berinisial NT (31), warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas.
Barang bukti yang disita yaitu sebuah motor Honda Vario Nopol W 6043 HR, sebuah telepon seluler berisi rekapan togel, sebuah buku rekapan togel dan sebuah buku tabungan bank swasta.
"Pemberantasan judi tegel modern berupa judi online ini, supaya masyarakat sadar bahwa berjudi itu dilarang oleh Undang-undang. Selain itu, Gresik sebagai Kota Santri maka harus bersih dari perjudian," kata Kapolres Gresik AKBP E. Zulpan melalui Kasatreskrim AKP Ayub Diponegoro Azhar SIK dalam ekspos di Mapolres Gresik, Kamis (25/09/2014)
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) ancaman hukuman 10 tahun penjara. (sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Komplotan perncuri sadis yang tak segan melukai korbannya apabila aksinya kepergok, Faishal (30) dan Ahmad Sholeh (35) keduanya warga Desa Mojopuro Wetan Kecamatan Bungah, terpaksa ditembak betis kirinya oleh petugas dari Sat Reskrim Polres Gresik.
Pasalnya, kedua tersangka melarikan diri ketika hendak disergap petugas. Selain itu, petugas khawatir kalau tersangka melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatannya. Akhirnya, setelah 3 kali tembakan peringatan dari petugas tak digubrik, moncong pistol diarahkan ke betis kiri tersangka hingga jatuh tersungkur.
"Saat hendak kami tangkap, tersangka melarikan diri. Kami juga khawatir kalau tersangka melawan yang membahayakan keselamatan, maka kami lumpuhkan dengan menembak kakinya,"ujar Kanit Idik I, IPTU RD Kennatdi, SIK mendampingi Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Ayub Diponegoro Azhar, SIK dalam publik ekspos di Mapolres Gresik, Selasa (23/09/2014).
Penangkapan tersangka berdasarkan laporan dari Siti Maisyaroh (45) warga Dusun Kaweden Desa Mojopurogede Kecamatan Bungah yang rumahnya dibobol maling pada Juli lalu.
Dari laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan pemeriksaan pada saksi-saksi. Alhasil, mengarah pada kedua tersangka yang bekerja di Kalimas Surabaya.
"Kedua tersangka, kami tangkap di Kalimas Surabaya,"imbuhnya.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti (BB) 2 buah blackberry curve hasil kejahatan yang belum sempat dijual.
Dihadapan petugas, tersangka Ahmad Faishol mengaku telah melakukan pencurian di beberapa tempat. Seperti di Desa Mojopurogede Kecamatan Bungah sebanyak 2 kali, Desa
Sidomukti Kecamatan Bungah 2 kali dan Desa Mojopurowetan Kecamatan Bungah mendapatkan laptop.
"Saya masuk ke rumah korban dengan mencokel jendela. Sedangkan Sholeh menunggu diluar. Pernah dapat ayam dan burung,"ujar Faishal yang mengaku bekerja sebagai penjaga warung kopi di Surabaya ini.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK- Warga Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas,menggelar sedekah bumi. Selain mengeluarkan nasi tumpeng dan aneka jajanan, mereka juga mengarak hasil bumi dalam gunungan raksasa. Disamping itu, ada hiburan jaranan, jepaplok , campursari dan ludruk. Wakil Bupati (Wabup) Drs Moh Qosim, M.Si yang hadir, Sabtu (20/09/2014) dalam sambutannya berharap agar budaya ini tidak hilang. Tak ketinggalan, kegiatan istighosah harus selalu dilakukan.
"Kalau setiap panen kita sedekah, maka panen ke depan akan tambah banyak," jelasnya. Moh Qosim yang hadir langsung di naikkan kuda yang bisa menari menuju balai desa tersebut. Selama perjalanan, Wabup Moh Qosim melemparkan sejumlah uang, sehingga anak kecil berebut. Puncak acara adalah rebutan gunungan berupa hasil bumi. (ali/sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Atlit panjat tebing asal Gresik, Fitria Hartani atau akrab disapa Pipit, pamitan kepada Bupati Dr. Sambari Halim Radianto, dan Wakil Bupati (Wabup) Drs. Moh Qosim, M.Si untuk mengikuti kejuaraan Asian Championship Lombok pada 1 – 3 Oktober 2014 mendatang.
"Kami bangga pada Pipit. Semoga langkah pipit ini bisa menjadi virus yang menular kepada masyarakat yang lain. Kami bersama warga Gresik semua berdoa agar Fitria Hartani dapat meraih juara dengan prestasi yang terbaik" kata Sambari saat melepas Pipit, Jum'at (18/09/2014).
Sebenarnya, Pipit sudah ratusan kali mengikuti kejuaraan mulai kelas regional, nasional maupun international. Pada kejuaraan International yaitu Bouldering Hongkong Championship 2014 beberapa saat yang lalu, Pipit menempati peringkat pertama. "Kejuaraan di Hongkong beberapa saat yang lalu merupakan pemanasan. Saya berhasil dan disana saya sudah bisa mengukur kemampuan lawan" ujarnya dengan optimis.
Untuk persiapan Asian Championship Lombok, Pipit hampir setiap hari berlatih. Mulai Senin sampai Jumat berlatih pada Puslatda Jatim di Surabaya. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu berlatih di Rock Hobbies Centre Gresik.
Salah seorang pengurus KONI Gresik Suswanto yang ikut mengantar Pipit menegaskan bahwa Bupati menjanjikan g hadiah motor.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0

GRESIK-Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari istri sekretaris kecamatan (Sekcam) dan operator kecamatan se- Kabupaten Gresik mengikuti pelatihan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK yang dilaksanakan di Kantor PKK Gresik, Kamis (18/09/2014).
SIM adalah suatu proses pengumpulan data secara sistematis sehingga menghasilkan suatu informasi sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan. Dengan SIM,maka PKK diharapkan mampu menyediakan data informasi warga binaan dan kader yang akurat.
Ketua TP PKK Kab Gresik Ibu Hj. Maria Ulfa Sambari HR menjelaskan program SIM PKKi sangat di butuhkan ditengah arus Informasi yang semakin deras, menjadikan para ibu-ibu harus mengenal internet atau Informasi.
" ini bukan sekedar mengenal saja, namun lebih merupakan kebutuhan dan tantangan yang harus dihadapi. PKK sebagai mitra kerja pemerintah daerah harus bisa memberikan data dan Informasi warga binaan dan kader PKK secara akurat yang sinergi dengan kegiatan/program pemerintah,"jelasnya.
Dengan ketersedianya data dan informasi akurat, sambung Maria Ulfa, diharapkan pembangunan tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat mendukung pelatihan SIM PKK ini, dengan pelatihan ini di harapkan mampu membuat Data yang akurat dan dapat di sajikan secara cepat, tepat dan akurat khususnya 10 program pokok PKK,"paparnya.(sho)
Powered by Telkomsel BlackBerry®