BERITA HARI INI

0
GRESIK-Sedikitnya 400 peserta dari Taman Kanak-kanak (TK) maupun pendidikan anak usia dini (PAUD) mengikuti Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Tingkat TK se-Kabupaten Gresik (Mentari Berseri Cup VII) tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Trate Putri Unggulan Gresik, Sabtu (02/11).
Ada berbagai lomba yang menarik di pertandingkan, mulai lari estafet merangkai surat Al Ikhlas, lomba mewarnai, lomba bercerita dalam Bahasa Inggris maupun lomba sholat berjamaah.
Seperti penampilan dari Salsabilla (7) siswa dari TK Islam Bhakti VII Gresik Kota Baru (GKB) yang mengikuti lomba bercerita dalam Bahasa Inggris.
5ia terlihat ßangat bersemangat ketika bercerita tentang kebiasaan sehari-hari yang baik. Misalkan, mengkonsumsi makanan sehat.
Selain berbagai perlombaan tersebut, ada hiburan yang ditampilkan oleh siswa-siswi MINU Trate Putra Unggulan an MINU Trate Putri Unggulan yakni fashion show busana muslim dan hijabs cilik serta atraksi pencak silat Pagar Nusa.
Menurut Kepala Sekolah MINU Trtae Putri Unggulan, Abdul Rozak mengatakan, bahwa, pelaksanaan Mentari Berseri Cup VII ini, berbeda dibandingkan tahun lalu.
"Kegiatan tahun ini, berbeda dari (pelaksnaan) yang lain. Pesertanya semakin meningkat menjadi 429 dari 29 TK se-Kabupaten Gresik,"tuturnya.
Ditambahkan, pelaksanaan Mentari Berseri Cup VII merupakan kegiatan Porseni TK se-Kabupaten Gresik yang rutin dilaksnakan oleh MINU Trate Putri Unggulan Gresik.
"Kalau kegiatan tahun ini, juga dalam rangka pembukaan kelas internasional di kelas Bahasa Arab. Makanya kita lebih awal kerjasama dengan TK untuk pembukaan pendaftaran siswa baru,"imbuhnya.
Selain itu, Mentari Berseri Cup dilaksanakan secara rutin setiap tahun karena sesuai dengan visi MINU Trate Putri Unggulan Gresik sebagai sekolah yang berprestasi. Sebab, setiap tahun minimal 58 piala dikoleksi oleh MINU Trate Putri Unggulan Gresik dari berbagai lomba dan kegiatan yang diikuti siswinya.
"Anak-anak yang juara dalam Mentari Berseri Cup VII, kita berharap bisa sekolah disini sehingga tinggal kita tingkatkan pembinaan untuk prestasinya,"tukas Abdul Rozak.
Disamping itu, lanjut Abdul Rozak, siswa yang berprestasi dalam Mentari Berseri Cup VII akan bebas tes dan uang pangkal serta penghargaan tertentu.
"Di Kabupaten Gresik, belum tentu ada kegiatan Porseni tingkat TK se-Kabupaten Gresik. Setiap tahun, kita melaksanakan dengan inovasi baru mulai peserta dan juri,"pungkasnya.(sho)

0
GRESIK-Seluruh pengelelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Kabupaten Gresik memilih berpihak kepada Pemkab Gresik sebagai pihak yang berwenanang memungut restribusi jasa kepelabuhanan.
Untuk itu, mereka sepakat tetap membayar restribusi jasa kepelabuhanan yakni jasa tambat dan labuh kepada Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik.
"Sudah tidak ada masalah. Semua sudah sepakat kalau restribusi jasa kepelabuhanan tetap keweangan kita (Pemkab Gresik-red),"ujar Ketia Komisi C, Ir. Abdul Hamid di gedung dewan, Jum'at (01/11).
Dijelaskannya, kesepakatan tercapai setelah Pemkab Gresik mengundang rapat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhanan (KSOP) Kelas II Gresik, PT. Pelindo III (Persero) Cabang Gresik, serta seluruh pengelola TUKS beserta DPRD Gresik.
Isi kesepakatan dalam rapat pada Rabu (18/9) tersebut, yakni PT. Pelindo III Cabang Gresik wajib dan segera menghentikan pungutan jasa kepelabuhanan di seluruh TUKS di Kabupaten Gresik.
"Terkait pengembalian uang pemungutan pelayanan jasa kepelabuhanan terhitung 1 Agustus lalu yang dipungut PT. Pelindo III Cabang Gresik, maka dikonsultasikan paling lambat tiga puluh hari,"imbuhnya.
Poin kesepakatan terakhir, sambung Abdul Hamid, seluruh pengelola TUKS setuju meneruskan kesrjasama pelayaanan kepelabuhanan termasuk bagi hasil untuk jasa dermaga pihak ketiga dan jasa tambat dengan Pemkab Gresik yang prosentasenya, 70 persen untuk TUKS dan 30 persen untuk Pemkab Gresik.
"Kesepakatn itu, tercapai dalam rapat kedua di Kantor Bupati Gresik. Sebelumnya, ada rapat di RM Cianjur dengan KSOP Gresik dan DPRD Gresik,"tandasnya.
Pada rapat koordinasi di RM Cianjur pada Jum'at (16/8), KSOP Gresik akan melaukan uji pendapat terhadap Perda 06 Tahun 2011 tentang Restribusi Jasa Usaha dan mengakui keabsahan Perda 19 Tahun 2001tentang Kepelabuhanan.
"Sambil menunggu uji pendapat, KSOP Kelas II Gresik tetap memberikan pelayanan kepada pengguna jasa,"jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sambari Halim Radianto yang dikonfirmasi tak menampik kalau masalaha perseteruan kewenangan memungut jasa kepelabuhanan antara Pemkab Gresik dengan PT. Pelindo III Cabang Gresik, sudah klir.
"Sudah beres,"ujarnya singkat.
Sebagaimana diketahaui, Pelinfo III Cabang Gresik mengeluarkan tagihan jasa kepelabuhanan kepada Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang ada di Kabupaten Gresik atas perintah dari KSOP Kelas II Gresik.
Alhasil, pengelola TUKS kebingunggan untuk membayar karena terjadi tagihan dobel antara tagihan dari Pemkab Gresik dan Pelindo III Cabang Gresik.(sho)
0
GRESIK-Salah satu korban selamat dalam perahu maut usai aksi sosial menanam mangrove di Dudun Tajung Rejo Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah yakni Almuslimun (32) warga Jl. Raya Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.
Dia menceritakan ketika sejumlah penumpang yang ada diperahu nelayan itu kebingungan, terutama yang tidak bisa berang.
"Saya bertahan berusaha menolong dua orang, tetapi tiba-tiba sudah hanyut ,"kata Almuslimun kepada awak media di ruang IGD RS Ibnu Sina, Jum'at (01/11).
Dia menambahkan,bahwa, tetap berusaha bertahan menunggu pertolongan dari perahu lainya,.
"Setelah itu kami ditolong oleh perahu lainya dibawa ke tepi. Tidak tahu nasib teman-teman saya yang lain " terang pria kelahiran Madura tersebut.
Sedangkan korban selamat lainnya bernama Zubaidi meceritakan kalau perahu di depannya nyungsep terus terguling.
"Kayaknya berat muatan di depan. Saya tidak ingat lagi, saya hanya menyelamatkan diri dengan memegangi tas ransel saya," ungkapnya.
Para penumpang sempat berteriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang merespon karena di lokasi acara ada musik elekton.
Untungnya, beberapa warga melihat dan mengayuh perahu untuk memberikan pertolongan.
Awalnya, 4 orang hilang, namun saat pencarian yang melibat 9 perahu nelayan menemukan Almuslimun, warga Kepatihan, Menganti.
"Almuslimun ditemukan di bawah perahu. Saat ditemukan paru-parunya kemasukan air, Makanya dirujuk ke RSUD Ibnu Sina," ujar Imroatul Hasanah dari PD Nasiatul Aisyiyah Gresik yang ikut rombongan perahu besar.(sho)
0
GRESIK-Mendung hitam bergelanyut di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dan STAI Qomaruddin Bungah.
Sebab, Arief (20) anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMG asal Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah dan David ( 22) mahasiswa akhir STAI Qomarudin Bungah asal Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah meninggal dunia ketika mengikuti kegiatan Bhakti Sosial Kepemudaan dengan menanam mngrove yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Gresik di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Jum'at (01/11) .
Selain itu, Abdul Aziz (25) selaku Ketua Pimpinan Daerah (PD) IMM Gresik asal Desa Kebang Angkrik Kecamatan Ngimbang, Lamongan juga meninggal dunia setelah perahu yang ditumpangi 12 pemuda usai menanam mangrove tenggelam di Sungai Bengawan Solo yang melintas di Desa Pangkah Wetan.
Beruntung, 9 pemuda berhasil diselamatkan dengan seorang kritis yakni Almuslimun (32) selaku sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah. Ketiga pemuda ditemukan tewas, karena tenggelam di kedalaman 6 meter Bengawan Solo di dekat pangkalan perahu nelayan Pangka Wetan.
Peristiwa berawal saat kegiatan Aksi Sosial Kepemudaan Disbudparpora dalam rangka Hari Pemuda di Pangkah Wetan dengan menanam 1.500 pohon mangrove. Acara yang melibatkan semua OKP dan dibuka Wabup Moh Qosim.
Usai acara seremonial Wabup M Qosim dan rombongan pejabat meninggalkan acara, setelah sempat menanam mangrove di darat.
"Awalnya hanya menanam mangrove di darat, makanya para pejabat balik. Sedangkan yang bagian menanam mangrove di sebrang pinggir Bengawan solo sisi Selatan warga, tetapi para pemuda ikut," ujar Kepala Desa Pangkah Wetan, Abdullah Mahdi.
Ternyata, banyak aktivis pemuda yang tertarik sehingga panitia menyediakan2 perahu yakni 1 perahu besar ditumpangi lebih 20 orang dan 1 perahu kecil dengan 12 penumpang yang seharusnya kapasitasnya hanya 4 penumpang.
Usai menanam mangrove, perahu balik menyebrang menuju pangkalan.Arus sungai tidak deras serta cuaca cerah. Namun sesampainya di tengah, perahu yang melebihi kapasitas itu oleng karena penumpang sibuk mengambil gambar.
Tak pelak perahu oleng dan penumpang panik. Tak pelak, perahu terbalik dan tenggelam. Para penumpang berhamburan ke sungai tanpa ada pelampung. Padahal, diantara mereka ada yang tidak bisa renang.
Para penumpang sempat berteriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang merespon karena di lokasi acara ada musik elekton.
Untungnya, beberapa warga melihat dan mengayuh perahu untuk memberikan pertolongan.
Awalnya, 4 orang hilang, namun saat pencarian yang melibat 9 perahu nelayan menemukan Almuslimun, warga Kepatihan, Menganti.
"Muslimun ditemukan di bawah perahu. Saat ditemukan paru-parunya kemasukan air, Makanya dirujuk ke RSUD Ibnu Sina," ujar Imroatul Hasanah dari PD Nasiatul Aisyiyah Gresik yang ikut rombongan perahu besar.
Karena tiga pemuda belum ditemukan. panitia meminta bantuan MDMC dan Polair Polres Gresik. Pencarian terus dilakukandan tubuh Aziz ditemukan tersangkut jaring nelayan.
Sebenarmya, dia sempat diangkat dan masih ada denyut nadi, namun Presiden BEM UMG itu meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Ibnu Sina.
Tak lama kemudia,n David ditemukan di lokasi tenggelamnya perahu. Kemudian tim juga menemukan Arif juga di lokasi yang sama.
"Penemuan jasad ketiga pemuda itu tidak lepas dari upaya memecah gelombang di dasar dan menabur jaring. Sebab dengan dipecah maka ombak menjadi ke permukaan," ujar Muzazin dari MDMC.
Penemuan itu mengakhiri pencarian para aktivis pemuda. Namun, tidak menuntaskan perkaranya. Sebab, selaian ada dugaan keteledoran panitia hingga mengabaikan kemananan saat berperahu di sungai yang dalam. Bahkan, perahu yang kapasitasnya sedikit dipaksa mengangkut para pemuda.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Gresik, Siswadi Aprilianto kepada wartawan mengatakan, saat kejadian pijaknya sudah tidak berada di lokasi. Bahkan, sesuai dengan jadwalnya tidak penanaman mangtove di seberang sungaii, karenanya tidak dipersiapkan safety untuk penumpang perahu.
"Jadi tidak ada rencana menanam mangrove di sebrang," tukasnya.
Tentang kemungkinan memberikan santunan para korban, Siswadi mengaku memang punya rencana. Namun, pihaknua masih menunggu instruksi dari atysan, sebab semuanya saat ini masih disibukkan dengan pengurusan mayat.
"Lihat nanti. Yang pasti kami ingin memberikan santunan," katanya.(sho).
0
GRESIK-Alokasi belanja pegawai masih menyedot anggaran yang besar dalam struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Gresik Tahun 2014 nanti.
Terbukti, anggaran untuk belanja pegawai mencapai Rp. 729 milyar. Sedangkan belanja hibah sebesar Rp. 120 milyar, bantua sosial sebesar Rp. 26 milyar, bantuan keuangan kepada pemerintaj desa sebesar Rp. 182 milyar dan anggaran tak terduga sebesar Rp. 3 milyar.
Hal itu sesuai dengan nota R-APBD Gresik Tahun 2014 yang dibacakan oleh Bupati Sambari Halim Radianto dalam rapat paripurna di gedung dewan, Jum'at (01/11).
Eksekutif sendiri tidak berani mematok kenaikan yang signifikan dalam R-APBD Gresik Tahun 2014 mendatang. Kenaikannya hanya berkisar 3,44 persen dibanding APBD Gresik tahun 2013 ini. Sehingga kekuatan R-APBD Gresik tahun 2014 hanya sebesar Rp. 1,919 triliun.
"Dalam rapat badan anggaran akan berubah. Sebab, hasil kunjungan kerja Banggar DPRD Gresik ke Jakarta, dana alokasi unum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat, nominalnya lebih besar dibandingkan nominal yang diestimasikan oleh eksekutif,"tandas anggota Banggar DPRD Gresik, Uman SH seusai rapat paripurna, kemarin.
Dicontohkan, DAU dalam nota R-APBD Gresik Tahun 2014 hanya diestimasikan Rp. 845 milyar. Tetapi, Banggar DPRD Gresik ketika kunker ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, mendapat kepastian nominalnya sebesar Rp. 863 milyar atau ada selisih sebesar Rp. 18 milyar.
Begitu juga DAK yang disodorkan eksekutif hanya sebesar Rp. 49 milyar. Kenyataannya turun dari pemerintah pusat sebesar Rp. 72 milyar atau selisih Rp. 23 milyar.
"Mungkin, ekskutif tidak nututi waktunya untuk memasukkan angaran yang fixed dari pemerintah pusat,"tandasnya.(sho)