BERITA HARI INI

0
GRESIK-Kendati kalangan dewan keberatan dengan usulan borong mobil dinas (mobdin) baru dalam pembahasan P-APBD Gresik Tahun 2013, tetapi eksekutif sudah gembar-gembor segera memborong sekitar 40 mobil dinas (mbdin) baru dari berbagai jenis dengan menyedot anggaran sebesar Rp. 9,4 milyar.
Padahal, hal tersebut meluaki masyarakat dan menunjukkan rendahnya sense of cricis and sense of critis dari eksekutif sekaligus menjustifikasi rezim feodalis dan jauh dari keberpihakan kesejahteraan masyarakat menuju Gresik lebih baik.
Kepala Bagian Perlengkapan Pemkab Gresik, Nanang Setyawan melalui kabag Humas , Agus Setya Prambudi, Selasa (03/09) berdalih borong 40 mobdin baru untuk peningkatan pelayanan masyarakat.
Mobdin yang akan diborong masing-masing, 6 unit jenis Kijang Inova, 4 unit mobil mewah Toyoto Pajero, 2  unit double Cabin, 6 unit Isuzu Panther Patroli dan 22 unit jenis MPV.
Modin baru dibagi yakni jenis Toyota Pajero diperuntukkan untuk Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) untuk mengganti mobil yang lama. Sedangkan kendaraan jenis Kijang Inova dipakai dipakai oleh 2 SKPD baru yaitu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan. Sebab, dua SKPD tersebut peningkatan status yang mulanya hanya sebagai Kanror menjadi Badan. Dengan demikian kepala SKPDnya naik eselon yang dulunya eselon IIIA menjadi eselon IIB. 
Selebihnya yang 2 unit dipakai untuk Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) plus dan 2 unit yang lain dipakai untuk kendaraan operasional apabila ada tamu Pemerintah (VIP).
Kendaraan double Cabin dipakai untuk operasional Pol PP untuk peningkatan pelayanan pengawasan galian C dan satunya dipakai untuk pelayanan survey pembangunan jalan oleh Bagian Pembangunan.
Sedangkan 22 mobil jenis MPV dipakai untuk beberapa keperluan operasional dinas. Mulai kendaraan operasional dari berbagai SKPD. Mulai dari pelayanan penanganan bencana, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sosial Masyarakat, Kependudukan, Pertanian,  Perencanaan serta 6 diantaranya dipakai operasional Ketertiban di wilayah perbatasan.
Sebelumnya, FIPKB DPRD Gresik dalam pemanddangan umum (PUY fraksi tentang Ranperda tentang P-APBD Gresik Tahun 2013 dengan tegas mengambil sikap bahwa pengadaan mobil dinas harus dilakukan secara selektif.
"Jika mobil dinas itu untuk keperluan pejabat agar dibatalkan. Sedangkan untuk pembelian mobil ambulans, pemadam kebakaran dan angkutan untuk kebersihan harus tetap dilaksanakan,"ujar sekretaris F-PKB, Muhadjir..
Kenyataannya, jawaban dari eksekutif sangat mengagetkan. Sebab, anggaran borong mobdin baru berbeda dengan oengadaan PMK ataupuin ambulans.(sho)

0
GRESIK-Puluhan mahasiswa yang yergabung dalam PC PMII Gresik melakukan unjukrasa ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gresik, Selasa (03/09).
Mereka menuntut adanya audit anggaran pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) di Kabupaten Gresik yang dinilai gagal. Alasannya, tingkat partisipasi masyarakat cukup rendah yaitu hanya berkisar 53 persen.
"Kami melihat ada upaya yang gagal dalam pendidikan politis yang dilakukan KPU maupun Panwas. Karena itu, kami menghendaki dilaiukan audit atas anggaran Pilgub Jatim yang diterima KPU Gresik," teriak koordinator aksi, Faizin dalam orasinya.
Dengan penjagaan ketat dari petugas, mahasiswa terus berorasi dan menuntut melakukan audiensi secata terbuka di lapangan dengan Ketua KPUD Gresik, Alimin SH, M.Hum.
Namun, komisioner KPUD Gresik belum datang ke kantor karena masih ada kegiatan. Tak pelak, mahasiswa emosi dan melakukan aksi dorong untuk merrobohkan pagar kantor KPUD Gresik.
Untuk menghindari aksi anarkis, polisi membolehkan mahasiswa melakukan orasi di pintu sekretariat KPUD Gresik. Tak lama berselang. Komisioner KPUD Gresik, M. Faizin datang ke kantor untuk menemui pengunjukrasa.
Dia menjelaskan, sebenarnya tingkat partisipasi tinggi dibanding daerah lain Kalau terkait minimnya sosialisasi itu, penyebabnyak program sosialisasi juga rendah anggarannya.
"Jadi ini memang program KPU Jawa Timur," tukasnya.
Selanjutnya, pengunjukras melanjutkan aksi ke kantor Panwaslu Gresik. Disitu, pengunjukrasa diterima oleh Ketua Panwaslu Gresik, Hariyanto SE.
Hanya saja, Hariyanto tampak kesal dengan pengunjukrasa karena Panwaslu dicatut dalam seleberan yang dibagikan pengunjukrasa ke pengguna jalan.
Sebab,pencatutan Panwaslu tersebut dinilai membuat informasi menjadi melintir ke publik. Alhasil, pengunjukrasa di 'umbah' oleh Panwaslu Gresik.(sho)

0
GRESIK-Sebanyak 20 anak yatim diberikan santunan oleh Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik sebagai bentuk kepedulian pada sesama. Penyerahan santunan dilakukan oleh Ketua GOW Gresik, Hj Zumrotus Sholehah Qosim di pendopo Selasa (03/09)
"Memang bantuannya tidak seberapa bila di bandingkan dengan kebutuhan saat ini. Namun bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama manusia. Insya Allah bisa dimanfaatkan,"ujarnya.
Diakuinya, kiprah wanita dalam pembangunan tidak perlu diragukan lagi. Berbagai prestasi, baik tingkat Provinsi maupun Nasional telah di raih. Semua itu, buktiperan wanita dalam pembangunan sudah menjadi mitra pemerintah dalam setiap pembangunan daerah.
"Apa yang telah kita raih selama ini, bisa di jadikan cambuk untuk ke depan bisa lebih baik. Tentunya dibutuhkan kebersamaan dan kreativitas para ibu-ibu. Tingkatkan kebersamaan dan bekerjalah sesuai aturan, kami yakin akan berhasil,"pintanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Drs Moch Qosim M.Si dalam sambutannya mengaku peran serta Ibu-ibu dalam ikut mendukung program pembangunan di Gresik.
"Hal ini bisa di lihat dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik yang mencapai 7,6% di atas pertumbuhan Nasional, demikian juga pembangunan infrastruktur yang sudah dirasakan pemanfaatannya," tutur mantan Kepala Dinas Pendidikan Gresik tersebut.(sho)

0
GRESIK-Dunia pendidikan di Kabupaten Gresik semakin menunjukkan kemunduran. Selain maraknya pungutan liar (pungli) dengan berbagai dalih, pengajar yang memiliki prestasi terkesan tidak dihargai.
Sebaliknya, guru yang berprestasi justru diusir karena ada kekhawatiran rencana busuk yang telah dirancang akan berantakan.
Realitas tersebut dialami mantan guru bidang study biologi di SMAN 1 Kebomas, Mualiddin Rosidi yang dimutasi ke SMAN 1 Menganti.
Padahal, dia merupakan juara II guru SMA berprestasi tingkat Kabupaten Gresik.
"Saya melihat (mutasi-red) ini, ada like and dislike dengan sistem pendidikan di Gresik. Saya dimutasi pada 22 Agustus 2013 lalu. Saya kaget, koq ada surat mutasi. Ada teman guru perempuan yang sampai histeris karena ikut kaget adanya surat mutasi itu,"ujarnya ketika mengadu ke dewan, Senin (02/09).
Mauliddin Rosidi nekad wadhul ke dewan karena merasa mutasi tersebut penuh kejanggalan. Sebab, stok guru biologi di SMAN 1 Kebomas masih kurang. Tetapi, dirinya justru 'dibuang' ke SMAN 1 Menganti yang stok guru biologi sudah mencukupi.
Konon, salah satu kebijakan mutasi tersebut karena pihak sekolah hendak melakukan pungli ke wali murid dengan dalih pembangunan laboratorium biologi. Sebab, seluruh alat praktikum biologi sudah dibersihkan sebagai alasan pembenar dari pungli.
Sebaliknya, Mauliddin Rosidi yang sudah mengabdi sejak awal pendirian SMAN 1 Kebomas pada tahun 2007 dan mengajar disitu melalui tes dari Tim Unesa, dikhawatirkan menjadi ganjalan.
Rencana busuk lainnya, ada guru honorer daerah (Honda) yang diselundupkan ke SMAN 1 Kebomas. Sehingga, perlu ada alasan pembenar kalau ada rekrutmen selundupan dengan alasan kekurangan tenaga guru.
"Saya dapat informasi kalau sudah ada 1guru berstatus PNS dan 1 guru non PNS yang masuk menggantikan saya,"imbuh Mauliddin Rosidi yang pernah mengajar di SMA NU 1 Gresik tersebut.
Padahal, ketika Mauliddin Rosidi masih di mengajar di Kebomas, hanya ada 3 guru biologi yakni 1 guru berstatus PNS dan 2 guru dengan status honorer daerah.
Sebagai PNS, sebenarnya mutasi merupakan hal yang biasa. Namun. Mauliddin Rosidi tidak menjalankan fungsinya sebagai guru biologi sesuai keahliannya meskipun tetap masuk kerja untuk melaksanakan kewajibannya di SMAN 1 Menganti.
"Mungkin, dijadikan guru BK (bimbingan dan sonseling) di SMAN 1 Menganti. Sampai saat ini, belum diberikan jam mengajar,"ujarnya
Dijelaskannya, guru biologi di SMAN 1 Menganti sudah ada 5 guru biologi. Dengan masuknya ke SMAN 1 Menganti, maka terjadi kelebihan guru untuk bidang study biologi.
"Saya minta tetap bisa mengamalkan ilmu dengan mengajar biologi,"tukasnya.
Mauliddin Rosidi mengaku mengetahui resiko yang bakal dihadapi dengan wadhul ke dewan terkait kebobrokan di Dinas Pendidikan Gresik. Namun, dia harus siap menghadapi resikonya.
Sementara itu, Ketua komisi D DPRD Gresik Drs. Chumaidi Ma'un yang menerima pengaduan tersebut mengaku masih menunggu surat rekomendasi dari pimpinan ke DPRD Gresik untuk memanggil pihak-pihak terkait.
"Kita masih menunggu surat turun dari pimpinan. Saat ini, dewan sedang sibuk membedah P-APBD Gresik tahun 2013,"pungkasnya.(sho)

0
GRESIK-Dalam sehari 2 kejadian orang meninggal mendadak terjadi di Gresik. Pertama kejadian di jajaran Polsek Manyar yakni Khoirudin (47) warga RT 02 RW 01 Desa Sembayat Kecamatan Manyar yang bekerja sebagai sopir truk tangki ditemukan meninggal mendadak yang diduga akibat serangan jantung,
Awalnya, Khoirudin sedang menerima pesanan air dari warga setempat. Lalu, dia memindahkan air ke tandon. Tiba-tiba korban terjatuh disamping truk yang membuat warga sekitar kaget. Dengan nafas tersengal-sengal, Khoirudin dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Bungah. Sayangnya dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhirnya alias meninggal dunia.
Menurut keterangan keluarga korban, bahwa Khoirudin memang sebelumnya mempunyai salah satu penyakit. Diduga kumat dan meninggal dunia.
Kematian mendadak Anak Buah Kapal (ABK) Tug Boat (TB) Samson juga mengegerkan dengan kematian mendadak.
Totok Sudarto yang berlamat di
Desa Randu Bawah Hilir Kecamatan Racar Kabupaten Kuningan Jawa Barat
Ditemukan tewas di kamar ABK TB Samson.
Tak diketahui pasti penyebabnya. Namun. rekannya bernama Ahmad Tain mengaku masih melihatnya mengambil gaji di Kantor Pelayaran yang berada di Jl. Demak, Surabaya. Tetapi, kemarin dipergoki sudah meningal dunia dengan mengeluarkan darah dari hidungnya,
'Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Muhammad Nur Hidayat SIK. M.Si membenarkan kejadian tersebut.(sho)