BERITA HARI INI

0
GRESIK-Atribut partai politik yang melintang dijalan tetapi dipasang secara mandiri oleh calon legislatif (Caleg), dibantholi atau diturunkan paksa oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kebomas, Sabtu (03/08).
Kegiatan bersih-bersih atribut parpol tersebut di bantu oleh PPL untuk menurunkan beberapa spanduk , baliho , poster , dan bendera yang di pasang pada jalur larangan.
Namun, poster dari Caleg yang terpasang di tiang titik reklame dibiarkan saja oleh Panwascam Kebomas.
Apalagi, poster tersebut merupakan caleg dari partai politik yang sama dengan rezim berkuasa di Kabupaten Gresik.
Yang disasar Panwascam Kebomas yakni spanduk yang di pasang melintang pada jalan raya , ada yang dekat tempat ibadah, ada yang di paku di pohon. Alasannya , bertentangan dengan Perda Kabupaten Gresik.
"Beberapa waktu yang lalu atribut liar sudah di turunkan. Sementara yang sudah menurunkan 2 poster PKB , 1 spanduk Nasdem , 1 baliho demokrat , 4 poster dari PAN. dan 1 bendera Nasdem,"ujar Ali Sugiarti dari Panwascam Kebomas.
Atribut tersebut berada di jl. Sunan Giri , Jl. Sunan Prapen , Jl Mayjen Sungkono. dan Jl dr. Wahidin Sudirohusodo.(sho)

0
GRESIK-Santri dan santriwati PP Mamba'ul Iksan Desa Banyu Urip Kecamatan Ujungpangkah digembleng entrepeneur selama bulan puasa dengan memanfaatkan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa.
Ada 3 bidang yang diaplikasikan untuk menempa jiwa kewirausahaan santri dan santriwati.
Jika santri lelaki digembleng entrepeneur melalui bidang agribisnis. Dimana, mereka selama puasa dan ngabuburit diajari menanam sayur, menrawat, memanen hingga memasarkan ke konsumen,
Lokasi penanaman sayur-mayur berada dibelakang pondok. Siswa menanam bayam, sawi, kangkung maupun mentimun. Hasil panennnya dijual ke masyarakat disekitar pondok dengan berkeliling kampung.
"Hasilnya, kita gunakan untuk membayar biaya pendidikan di pondok. Sisanya, kita gunakan untuk kebutuhan lebaran nanti,"ujar salah satu santri, Miftahul Arifin dengan riang, Sabtu (03/08).
Sedangkan santriwati, ditempa dengan entrepeneur dibidanh tata boga dan tata busana sesuai dengan minatnya.
Bagi santri yang suka tata boga, mereka diajari membuat berbagai makanan dan kue untuk lebaran. Dan setiap tahun, olahan dari tangan terampil santriwati sudah dipesan oleh warga sekitar pondok.
Untuk santriwati yang gemar tata busana, mereka diajari mendesain busana untuk lebaran maupun seragam untuk kebutuhan santri dan santriwati di pondok.
Sementara itu, pemangku PP Mamba'ul Ihsan, Nafishul Athok atau Gus Athok menuturkan, bahwa, kegiatan ngabuburit tersebuy tidak menganggu aktifitas pondok.
"Kegiatan itu sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh dari mengaji di pondok. Dengan kegiatan ini, kita berharap santri dan santriwati semakin terlatih dan mandiri setelah lulus dari pondok nanti,"pungkasnya.(ang/sho)


0
GRESIK-Setelah diajari gemar shodaqoh, siswa SD Muhammadiyah GKB diminta membawa bahan yang untuk parcel seharga sekitar 25.000,-. Kelas A dari kelas 1 sampai 6 disuruh membawa gula @ 2 kg. Sedangkan , kelas B membawa sirup @ 2 botol , kelas C membawa minyak goreng @ 2 liter dan kelas D membawa roti.
Setelah semuanya terkumpul, maka dibuat parcel yang berisi 4 macam tersebut dengan dimasukkan ke dalam tas.
Lebih dari 200 parcel telah dibuat, kemudian dibagikan ke kaum dhuafa seperti tukang becak , pemulung sampah dan lainnya. Menurut Wakasek SD Muhammadiyah GKB, Sugeng Waras mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah rutin karena berjalan sudah lama. Sedangkan masyarakat yang mendapat santunan dari sekitar sekolah dan desa yang lain.
"Tahun ini , selain bngkisan parcel tersebut, kami tambahi lagi beras kualitas super 5 kilogram yang berasal dari zakat masing masing siswa. Semoga masyarakat yang dhuafa tadi ikut merasa gembira menjelang lebaran ini,"harapnya. (ali/sho)

0
GRESIK-Pelayanan RSUD Ibnu Sina tetap buka meski PNS mengawali libur lebaran sejak Sabtu, (03/08) nanti. Sebab, rumah sakit type B milik Pemkab Gresik tersebut mulai libur pada Selasa (06/08) mendatang dan masuk kerja pada Senin (12/08). Demikian disampaikan oleh Direktur RS Ibnu Sina, dr. Endang Puspitowati, SpTHT. melalui Kabag Humas Pemkab Gresik Agus Setyo Prambudi, Kamis (01/08).
Dengan demikian, hari Sabtu (03/08) dan Senin (05/08) RSUD Ibnu Sina masih membuka layanan penuh untuk masyarakat yang membutuhkan.
Pada libur lebaran, RSUD Ibnu Sina mengoptimalkan layanan di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam.
"Di UGD ini kami telah menyiapkan 2 dokter jaga setiap shift serta menambah beberapa perawat medis. Selain itu apabila dibutuhkan, 18 dokter jaga yang ada di 9 ruangan bisa ditarik untuk membantu ke UGD" katanya.
Ditambahkan, libur lebaran hanya berlaku untuk tenaga administrasi, sedangkan tenaga yang ada di ruangan rawat inap tetap masuk seperti biasa.
Pihak manajemen RS Ibnu Sina tetap memberlakukan tugas biasa kepada tenaga perawat yang ada di ruangan termasuk 2 dokter jaga dimasing-masing ruangan.
" Kepada masyarakat Gresik jangan khawatir tidak terlayani. UGD serta ruang rawat inap kami yang berkapasitas 232 tempat tidur siap melayani dan buka 24 jam nonstop" tegasnya.(sho)

0
GRESIK-Langkah antisipatif disiapkan Polres Gresik dalam mengatasi kemacetan yang rawan terjadii di jalur mudik lebaran. Yakni, Polres Gresik menyiapkan anggotanya yang diberi nama Tim Pengurai Kemacetan (TKP), polisi berkendaraan sepeda motor.
Tim tersebut selalu siaga selama 24 jam. Selain bertugas keliling untuk monitor, kalau terjadi kemacetan, maka tim akan bergerak cepat dalam untuk mengurangi kemacetan.
Kapolres Gresik, AKBP Achmad Ibrahim menjelaskan, bahwa, TPK terdiri dari beberapa anggota kendaraan roda 2 apabila ada kemecetan segera mendatangi lokasi itu.
"Dengan cepat tim ini akan turun biang dari kemacetan itu" kata dalam launching Program Tim Pengurai Kemacetan (TPK) Pos Pelayanan Rest Area, Masjid Bintang, dan Pos Pam Lebaran 2013, Kamis (01/08)
Selama ini, sambung Kapolres AKBP Agnad Ibrahim, bahwa jalur Duduksampean menjadi langganan macet setiap lebaran.
"Dengan adanya tim TPK ini, jalur di Duduksampean terhindar dari macet," tukasnya.
Terjadi kemacetan di jalur Duduksampean kata Kapolres Gresik, disebabkan terjadinya penyempitan jalan. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah agar melebarkan jalan.
"Agar ada pelebaran jalan, saya yakin pihak Muspida pasti akan mendukung, " ujarnya.
Sebelumnya Polres Gresik juga melaksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Terpusat Ketupat Semeru 2013 di alun-alun. Akhir apel, ditandai dengan pemusnahan bb miras hasil operasi pekat 2 Semeru 2013, terhitung 10 hingga Senin (29/07) lalu.
Sasaran premasniseme, prostitusi. Pornigrafi. Judi, petasan dan miras. Polisi dalam menangani premanisme sebanyak 62 kasus, miras sebantak 64 kasus, judi 8 kasus, pornografi 6 kasus, petasan 10 kasus, ketenteraman 10 kasus.(sho)