BERITA HARI INI

Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
0
GRESIK-Kecelakaan maut kembali memakan 1 tewas ditempat kejadian, setelah tergenjet truk, Rabu (25/6).
Informasinya, kecelakaan iberawal ketika truk Mitsubishi nopol B-9798-EW yang dikemudikan Suroso (34), warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, berjalan dari arah Gresik ke arah Lamongan.
Pada saat di Jl Raya Ambeng-ambeng Kecamatan Duduksampean, Suroso kurang memperhatikan pandangan depan sehingga meneruduk Toyota Hiace nopol L-1388-YQ, yang dikemudikan Kamidam Abdulloh (68), warga Desa Sumari Kecamatan Duduksampean dengan membawa penumpang Santuni (78), warga Dusun Jetak Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean yang sedang berhenti karena kondisi jalan padat.
Akibatnya, Toyota Hiace tersebut menyerusuk truk tronton nopol BE- 9061-CC yang disopiri oleh Rudy Marpaung (48), warga Jl. Soekarno Hatta, RT 1, RW 3, Bandung, Jawa Barat.
Akibatnya, Kadiman Abdulloh mengalami luka. Sedangkan Santuni tergenjet didalam moncong truk dan tewas ditempat kejadian.
Bgian depan truk yang dikemudikan Suroso juga penyok bagian belakang, Hiace yang disopiri Kadiman juga ringsek. Sedangkan, truk tronton hanya bagian belakangnya yang peyot.
asatlantas Polres Gresik, AKP Achmad Faisol Amir melalui Kanitlaka Sugeng Sulistiyono, membenarkan kejadian itu,
"Satu korban meninggal dunia dan luka, karena tergenjet didalam moncong truk,"terangnya.(sho)

0
GRESIK-Kericuhan terjadi di Balai Desa Pongangan, Jum'at (6/6) dipicu adanya pengacara yang menggugat sebidang tanah atas nama hak waris di antaranya Agus Anshori.
Para pengacara tersebut datang ke balai desa dengan menunjukkan surat kuasa dari Sutinah yang juga warga setempat. Namun surat kuasa itu tidak jelas nama lembaga hukumnya.
Sebenarnya tanda-tanda kericuhan sudah terlihat sejak awal. Warga yang tidak terima melihat sikap pengacara tersebut langsung berdatangan ke balai desa mengikuti jalannya rapat antara pengacara dengan pemerintah desa.
Ketegangan sempat muncul saat perang mulut antara pemerintah desa dengan pengacara yang berjumlah 2 orang itu. Kursi sempat digedor-gedorkan lantaran warga merasa kesal kepada pengacara.
Bahkan warga nyaris mengeroyok pengacara karena saking kesalnya pada mereka.
"Bukti sertifikat tanah tahun 1996 ada atas nama Agus Ainun Najib, Agus Junaidi, dan Agus Anshori sebagai ahli waris," kata Kepala Desa Pongangan Abdul Wahab..
Dari luas tanah sekitar 10 hektar lebih itu, yang digugat adalah lahan seluas 4.130 meter persegi. Yang membuat kesal warga di atas tanah yang digugat tersebut  terdapat bengunan pendidikan dan makam KH Syafi'i. "Beliau adalah sesepuh kampung ini," ujar Abdul Wahab.
Sesuai keinginan masyarakat, kepala desa meminta kepada pengacara tersebut tidak datang lagi di kampungnya.
"Kalau ke sini lagi justru akan memicu amarah warga," katanya.
Dalam kesempatan itu, kepala desa tersebut mengaku kalau pengacara sempat mengancam jika permintaan tidak dilayani akan dilaporkan ke Polda Jatim.
"Itu yang semakin membuat kami marah," tegasnya.
Sementara itu, salah satu pengacara Kumarto menjelaskan kedatanganya ke balai desa hanya bertugas mencari solusi masalah yang dialami kliennya. "Kami hanya membantu meluruskan keluarga Bu Sutinah selaku penggugat," kata Kumarto.
Kuasa hukum yang saat ditanya awak media mengaku dari LSM Aliansi Indonesia itu menjelaskan sebagai bukti penguasaan tanah, Bu Sutinah memiliki bukti petok D.
"Saya datang ke sini hanya cross check kebenarannya saja," ujar lawyer dengan alamat kantor di Jalan Babatan Pratam XIII Blok J-No.1 R Wiyung, Surabaya yang tidak ada nama lembaga hukumnya.
Sekedar diketahui, sengketa tanah itu muncul sejak tahun 2007. Tetapi, dalam rentan waktu 5 bulan terakhir ini, masalah mulai membesar dan membuat resah warga.(sho)

0
GRESIK-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Betoyo Guci Kecamatan Manyar, Kamis (29/5).Sebuah mobil pikap yang mengangkut 12 penumpang menabrak 2 sepeda motor. Akibatnya, 3 orang tewas di tempat kejadian, 13 orang lainnya mengalami luka dan 1 orang selamat.
Informasinya, kecelakaan  bermula ketika mobil bak terbuka Nopol W-9515-G disopiri oleh Abdul Mutholib (32) warga Desa Randuboto Kecamatan Sidayu membawa penumpang 13 orang, berjalan dari utara ke selatan. Saat melintas di Jalan Raya Betoyo Guci, tiba-tiba ban depan bagian kanan meletus. Karena melaju kencang, sopir tidak bisa menguasai setir dan oleng ke kanan.
Pada saat bersamaan, melintas 2 sepeda motor dari arah berlawanan. Kedua sepeda motor itu yakni Yamaha Mio Nopol W-3682-KM yang dikendarai oleh  Ervina Afni (33) berboncengan dengan Himatul Aliyah (27) keduanya warga Dusun Watu Agung Desa Mengare Kecamtan Bungah dan Honda Supra X Nopol W-2342-MG dikendarai Hariyadi (24) yang bererboncengan dengan Afifatun Maulidiayah (21) keduanya warga Desa Masangan Barat, RT 11, RW 5 Kecamatan Bungah.
Tabrakan keras pun tak terhindarkan. Kedua sepeda motor terdorong mobil pikap hingga masuk ke tambak. Akibatnya penumpang pikap sebanyak 13 orang ditambah sopir mengalami luka 10 orang, 2 meninggal dunia dan 1 selamat. Sedangkan 1 pengendara sepeda motor tewas serta  3 luka.
Kesepuluh korban yang luka merupakan penumpang pikap yakni  Maimunah, Nemu, Vivi Varina, Lailatul Elisa, Nur Kamidah, Febri Alfaruk, Mutmainah, Lia khusnul Afifah, Abdul Mutholib (sopir).
Korban selamat adalah Nur Amala warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. Sedangkan pengendara sepeda motor yang tewas bernama, Ervina Afni. Korban mengalami luka Himatul, Hariyadi, dan Nur Afifatul Maulidiyah.
Salah seorang saksi mata, Saikhu menjelaskan, saat mendengar suara ledakan dari arah tempat kejadian perkara (TKP), dia langsung mendatangi dan melihat korban sudah tergelatak dan menangis histeris.
"Kebetulan salah satu korab juga ada yang keluarga saya," kata pria yang masih keluarga dari korban Ervina, kemarin.
Menurut Saikhu, mobil dari arah utara itu melaju dengan kecepatan tinggi. Karena tidak bisa mengendalikan setir hingga terjadi oleng.
"Karena oleng, pikap menghindari sepeda motor hingga tercebur ke tambak," ungkapnya.
Menurut keterangan salah seorang petugas,  mobil bak terbuka ketika melintasi di Jembatan Sembayat sudah diperingatkan anggota Satlantas yang sedang berjaga untuk mengatur lalu lintas.
"Sama anggota (Satlantas) diminta turun (penumpangnya) tetapi tidak mau. Karena masih perjalanan jauh," kata Kasatlantas Polres Gresik, AKP Ahmad Faisho Amir kepada awak media.
Total  korban 17 orang. Yaitu 13 orang dari penumpang pikap dan 4 orang mengendarai sepeda motor. Korban yang mengalami luka dilarikan di rumah sakit Fatma Medika sementara korban meninggal langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina. Sementara bagi korban yang mengalami luka kritis yang berada di RS Fatma Medika dirujuk ke RSUD Ibnu Sina.(sho)

0
GRESIK-Warga disekitar Jl. Basuki Rachmad sontak geger, Rabu (28/05). Pasalnya, salah satu warga yang hendak mengambil air untuk mencuci mobil, a dikagetkan adanya mayat yang mengambang di dalam sumur. Mengetahui ada mayat, saksi tersebut melaporkan ke polisi.
Sejumlah anggota polisi dibantu dari Satpolair Polres Gresik mencoba mengambil mayat tersebut dengan tali. Namun karena lubang sumur yang terlalu kecil, polisi kesulitan mengeluarkan korban. Setelah dilakukan pelebaran lubang sumur, jenazah korban bisa dikeluarkan selanjutnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Semula, korban tidak memiliki identitas atau Mr X. Namun, salah satu tetangga korban yang melihat saat dievakuasi memastikan korban dengan ciri-ciri tinggi badan 160 cm, jenis kelamin laki-laki, dengan mengenakan baju kotak-kota serta memakai sarung dan peci bisa dikeluarkan adalah Khuluq (48) warga Kelurahan Kemuteran Gang 15/14, Kecamatan Gresik,
"Dia memang tetangga saya, sebab sejak 4 hari lalu dicari keluarganya karena tidak pulang," ujar Sugik (55) kepada awak media, Rabu (28/05).
Kapolsek Kota Gresik AKP Mulyono membenarkan adanya temuan mayat yang tercebur sumur dekat Mapolres Gresik.
"Diduga korban sudah tenggelam lebih 3 hari, dan tidak ada tanda-tanda ditemukan penganiayaan di tubuhnya," tuturnya.(sho)

0
GRESIK-Warga Kelurahan Gending Kecamatan Kebomas kembali protes ke perusahaan PT. Arta Karya Nusa (AKN). Pasalnya, pabrik pengelohan kayu ini kembali mencemerai lingkungan warga dengan limbah serbuk kayu.
Alhasil, puluhan warga kembali meluruk PT AKN dan meminta untuk menghentikan pencemaran ini, Kamis (22/05)
Dari pantauan, serbuk kayu yang keluar dari cerobong PT AKN semakin banyak. Beberapa warga merasa kesal lantaran udara di luar rumah bercampur serbuk kayu dan membuat warga batuk-batuk.
''Ini sudah semakin parah, sudah kami biarkan tapi kondisinya malah semakin parah, terus kami mau bagaimana,'' ujar salah satu warga, Mustari dengan nada tinggi.‬
‪Dikatakan, warga semakin kesal lantaran pemilik perusahaan tidak hadir dilokasi. Namun, setelah perwakilan PT AKN menemui mereka dan berjanji akan menemukan warga dengan pemilik akhirnya warga membubarkan diri.
L'Kata perwakilan AKN tadi pemiliknya masih di bandara, nanti kami akan dipertemukan setelah Cristian sampai di Gresik,'' terang Mustari.‬
‪Terkait dengan keberadaan pabrik ini menurut Mustari sudah ada sejak dua tahun yang lalu. Namun, polusi yang ditimbulkan tidak sebesar kali ini. ''Sebelumnya kami sudah hearing dengan Dewan terkait permasalahan ini dan akan dihentikan hingga perusahaan bisa menjamin tidak menimbulkan polusi lagi,'' ungkapnya.‬
Ternyata saat ini bukannya polusi hilang malah kondisinya semakin parah. Selain itu, PT AKN juga membuat cerobong baru yang lokasinya semakin dekat dengan perkampungan warga.
''Pembuatan cerobong ini tidak pernah disosialisasikan kepada kami, sehingga wajar kalau kami merasa jengkel,'' jelasnya.
Di‪a berharap, pihak perusahaan maupun pemerintah harus bertindak atas kejadian ini. Jangan sampai warga Gending jatuh sakit lantaran udara yang ada bercampur partikel serbuk kayu.
''Kami minta tanggung jawab pengusaha dan pemerintah. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan akibat ulah pengusaha nakal,'' pungkasnya
Sebenarnya, kasus tersebut sudah pernah ditangani oleh dewan. Bahkan pernah doperintahkan produksi dihentikan sampai cerobong tak mencemari lingkungan.(sho)

0
GRESIK-Ratusan nelayan kembali melakukan aksi unjukrasa terkait pembangunan proyek pelabuhan Internasional di Kalimireng, Selasa (20/05).
Mereka protes dengan pembuatan rakit bambu di sungai. Pasalnya, mengganggu aktivitas arus nelayan setempat yang hendak keluar masuk.
" Kami minta agar dihentikan pembuatan dan pemasangan rakit bambu di sepanjang sungai Kalimireng, karena mengganggu arus perahu nelayan,"tukas Entis selaku koordinasi aksi nelayan.
Nelayan bergerak dari Balai Nelayan Muara Kali Mireng di Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar. Mereka menaiki 6 perahu menyusuri pantai. Massa mensweping para pekerja perakit gethek di muara Kali Mireng.
Massa juga menghentikan pengiriman bambu dan tongkang membawa tiang pancang.
"Kami minta rakit segera disingkirkan,"tegas Entis,.
Pembuatan rakit muara Kali Mireng dikerjakan pelaksana megaproyek Pelabuhan Internasional Kali Mireng sejak Maret 2014 lalu. Perakitan gethek itu menyalahi kesepakatan sebelumnya, bahwa perakitan gethek dilakukan di daratan setelah selesai lalu ditarik ke lautan.
"Kenapa kok sekarang dipasang rakit sepanjang muara ini.Jelas mengganggu nelayan" tukasnya.
Sementara, pihak PT Hutama Karya melalui bagian umum proyek Khasan,mengatakan bahwa, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak nelayan.
"Kami masih melakukan perundingan dengan nelayan,"ujarnya kepada awak media.
Aksi nelayan ini, mendapatkan pengawalan ketat kepolisian. Baik Polsek Manyar maupun Satuan Polisi Air (Polair) Polres Gresik, hingga berakhir berjalan kondusif (sho)

0
GRESIK- Penguna jalan yang melintas di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kamis (17/04) dikagetkan dengan ulah seorang yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Pasalnya, dia memaki-maki setiap pengendara yang melintas. Bahkan, dia memecahkan 9 kaca spion mobil yang ada di depannya.
Tak pelak, pengemudi mobil yang melintas takut dan panik. Akibatnya, terjadi tabrakan beruntun antar mobil dan bus karyawan milik PT AJG.
"Saya melihat dia mau memecahkan kaca bus sayaam Karena panik, saya langsung tancap gas dan menabrak dua mobil yang ada di depan,"ujar pengemudi bus bernama Suhari,
Melihat ada tabrakan beruntun, lanjut Suhari, orang gila itu tidak takut dan menghentikan aksinya. Sebaliknya, dia bergegas ke barisan mobil yang ada di belakang bus, dan memecahkan spion sebelah kanan dengan cara di pukul pakai tangan.
"Jalan raya saat itu macet. Tiba-tiba saya melihat ada orang memakai sarung dan kaos singlet warna coklat mengamuk. Dia memukul spion mobil saya hingga pecah,"tutur pengemudi Toyota Yariz bernama Bambang.
Spontan Bambang langsung keluar dari mobilnya dan melayangkan bogem mentah ke tubuh orang gila tersebut hingga jatuh tersungkur.
Begitu juga warga yang geram dengan ulah orang gila itu, sempat ingin melepas baju dan menelanjanginya, Beruntung petugas Patroli Satlantas Polres Gresik cepat datang dan mengamankannya.
Pantauan dilapangan, mobil yang terlibat tabrakan beruntun dan kacanya pecah hingga berceceran di jalanan yakni Toyota Kijang Super Nopol B-2316-AQ milik Ramayana Robinson yang dikemudikan Alimin, Toyota Fortuner Nopol W-1556-AQ yang dikemudikan Afif dengan alamat Jl Surakarta GKB. Kemudian,bus nopol S-7513-AA, Daihatsu Xenia silver nopol L-1363-CI, Toyota Yariz merah Nopol W-413-BQ, Toyota Panther nopol L-1790-LG, Daihatsu Taft L- 1339-XG dan ada dua mobil lainnya yang langsung tancap gas sebelum polisi datang.
Khusus untuk Toyota Fortuner mengalami kerusakan paling parah karena mengalami tabrakan yang cukup keras dari depan dan belakang.
Usai diamankan, orang gila tersebut langsung dilarikan ke IGD RS. Semen Gresik lkarena mengalami luka dibagian kepala dan wajahnya.
Saat ditanya perawat RS. Semen Gresik, orang gila tersebut mengaku bernama Syarif asal Kota Batu Malang.
Syarif mengaku, alasannya mengamuk sebab banyak musuh di dalam selimut yang tega membohonginya.
"Semua yang ada disini awas saja, banyak musuh di dalam selimut,"ujarnya dengan tangan dibogol.
Syarif juga tidak berhenti ngoceh dalam Bahasa jawa,
"Mending golput ae, gak usah milih. (Mendingan Golput saja, tidak usah memilih-red),"ucapnya.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, sempat ada pengendara jalan yang menyebut bahwa orang gila tersebut merupakan caleg yang gagal meraih suara untuk kursi anggota DPRD.
"Dia itu caleg. Kemarin sempat datang ke kampung saya dan bilang minta di coblos. Tapi setelah ditanya lagi, jawabannya nglantur,"tutur pengendara jalan yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara Kapolsek Kebomas, Kompol Isbari kepada awak media mengatakan,bahwa, dugaan sementara orang yang mengamuk di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo merupakan orang yang mengalami ganguan jiwa.
"Untuk saat ini, dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa,"ujarnya.(sho)

0
GRESIK- Ditengah massa yang antusias menghadiri kampanye terbuka Partai Gerindra di Lapangan Desa Balongpanggang Kecamatan Balongpanggang dengan hiburan musik dangdut dari OM Sera, Sabtu (22/03), tiba-tiba hujan deras mengguyur.
Kondisi tersebut mengganggu pelaksanaan kampanye. Sebab, massa semburat mencari tempat berteduh.
Bahkan, panggung yang disediakan untuk undangan hampir ambruk tak mampu menahan bebam karena tiang penyangganya ambles cukup dalam setelah massa ikut berteduh di panggung khusus undangan tersebut.
Tak hanya itu, Thohirin juga membagikan uang kepada massa yang berjoget dengan alasan untuk membeli rokok.
"Panwas, saya tidak melakukan money politic. Tapi, mereka minta rokok dan saya beri uang untuk beli rokok. Jadi, tidak ada money politikc,"teriak Thohirin yang juga salah satu caleg tersebut dengan pengeras suara diatas panggung.(sho)

0
GRESIK-Anak-anak dibawah umur masih dilibatkan dalam kampanye terbuka DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik untuk daerah pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Gresik-Kebomas di Jl. Notoprayitno, Jum'at (21/03).
Alhasil, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) yang melakukan pemantauan pelaksanaan kampanye tersebut memberikan teguran.
Apalagi, anak-anak tersebut menggunakan atribut dari calon legislatif (Caleg) maupun partai politik (Parpol).
Kendati sudah diperingatkan, tetapi orang tua dari anak-anak yang diajak menghadiri kampanye terbuka tetap mokong tak melepas kaos yang dikenaikan anak-anak.
Akhirnya, anggota Panwascam dari Kebomas dan Gresik yang mendatangi setiap anak-anak untuk melucuti atribut peraga kampanye tersebut.
"Ayo, kaosnya dicopot. Anak-anak tidak boleh pakai kaos caleg dan partai,"ujar Ketua Panwascam Gresik,Agus Chumaidi yang mendatangi anak-anak kecil untuk melepaskan bajunya.
Namun, Panwascam yang terjun ke lapangan tidak bertindak arogan. Bagi anak-anak kecil yang tidak membawa baju ganti, mereka hanya disuruh untuk mencopot dan membalik kaos yang dipakai supaya alat peraga kampanye tidak tampak menyolok.
"Kalau dilucuti semua, kasihan. Anak-anak bisa masuk angin karena tidak memakai baju. Cukup dibalik saja,"imbuhnya setengah berkelakar.(sho)

0
GRESIK-Jalan poros yang menghubungkan Kelurahan Ngargosari - Geding Kecamatan Kebomas atau tepatnya jalan menuju Makam Putri Cempo ke Jl. Awikoen ditutup untuk kendaraan roda empat. Pasalnya, kondisi yang longsor serta sangat membahayakan pengguna jalan.
Dalam pantauan dilapangan, jalan mengalami longsor sekitar 10 meter karena kondisi tanah yang labil. Alhasil, aspal jalanan amblas hampir setengah bahu jalan. Disebelahnya, jurang yang curam.
Selain itu, beberapa titik tiang penerangan jalan umum (PJU) yang ada disana juga ikut longsor hingga kedalaman 2 meter.
"Kalau malam, sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Kondisinya yang gelap, bisa membuat pengendara terperosok dan jatuh ke jurang,"ujar Rofik (23) salah satu pengguna jalan yang melintas disitu, Selasa (18/03).
Agar pengguna jalan berhati-hati, telah dipasang pengumuman jalan longsor dan mobil dilarang melintas disana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik, Bambang Isdianto melalui Kabag Humas Pemkab Gresik, Agus Setya P membenarkan adanya jalan yang longosng tersebut.
" Sudah longsor beberapa hari yang lalu. Dinas PU juga sudah disurvey dan akan segera diperbaiki,"ujarnya.
Ditambahkabbya, perbaikan harus segera dilakukan agar kondisinya tidak semakin parah. Apalagi masih memasuki musim penghujan.
"Karena kalau hujan dikhawatirkan semakin parah,"tegasnya.(sho)